Pengaruh Vaksinasi Terhadap Okupansi Hotel di Bali

Jumat, 19 Maret 2021 : 23.00
Salah satu keindahan obyek wisata di Kabupaten Klungkung, Bali/ist

Denpasar – Vaksinasi Covid-19 berlangsung bertahap di Wilayah Bali dimulai sejak 22 Januari 2021 hingga saat ini. Program vaksinasi menjadi angin segar bagi sebagian profesi, salah satunya pelaku usaha di bidang pariwisata, seperti hotel atau villa.

Menurut pemilik bisnis hotel dan villa di Nusa Penida, Muhammad Tahir, adanya vaksinasi ini masih belum terlalu berdampak terhadap kenaikan okupansi di properti miliknya.

“Karena dari pemerintah vaksinnya baru mulai, jadi tidak secepat itu untuk pemulihan pariwisata dan juga karena pertumbuhan ekonomi masih rendah,” jelas Tahir, Jum’at (19/3/2021).

Lanjutnya, selama pandemi okupansi menurun drastis hingga 80 persen. Sehingga untuk tetap bertahan di tengah gempuran pandemi ini ia harus banting harga, yang sebelumnya 350 per malam jadi 225 per malam.

“Jadi orang-orang masih perlu kerja dulu ngumpulin uang setelah itu baru bisa berkunjung lagi. Kalau menurut saya bisa lagi setahun baru mulai tamunya pada main (red, berkunjung) itupun kalau tidak ada masalah lagi,” pendapatnya menanggapi pulihnya kunjungan kembali.

Harapannya, dengan adanya vaksinasi ini semua bisa cepat pulih seperti dulu. Kecuali, tamu mancanegara sudah bisa masuk ke bali baru ekonominya bisa cepat pulih.

Sementara itu, Marcom Executive salah satu hotel di Ubud, Nadya Chendana juga menanggapi adanya vaksinasi ini.

“Tentunya ini merupakan langkah maju dari pemerintah dalam penanganan covid, juga untuk membangkitkan kembali pariwisata bali. Dimana para pelaku hotel juga merupakan prioritas, meski di lapangan ada beberapa kendala tapi harapannya jika memang vaksin berjalan on track tentunya pariwisata akan cepat pulih,” ungkap Nadya.

Perubahan yang signifikan mungkin belum terlalu ada, karena memang yang dapat vaksin bukanlah orang-orang umum melainkan mereka yang lansia, nakes dan beberapa kelompok yang diprioritaskan lainnya.

Mungkin akan mulai terlihat sambungnya, jika masyarakat umum sudah mendapatkan vaksin.

Nadya juga menambahkan, okupansi di tempatnya sempat turun sampai sekitar 5 persen, karena jumlah kamarnya ada 152 kamar. Saat ini strategi promo yang masih jalan yaitu book now stay later.

Selain itu dengan tetap kerja sama dengan grup-grup yang kira-kira bisa support dan sosial media activities. “Harapannya, vaksinasi di Bali diutamakan, baik untuk golongan prioritas atau umum".

Karena Bali ini sangat bergantung dengan pariwisata. Juga adanya keputusan pemerintah yang bijak untuk perekonomian Bali, seperti pembukaan border Bali, atau strategi lain yang sifatnya menggerakan ekonomi Bali.

"Jadi tidak hanya vaksin dan himbauan 3M, akan lebih baik adanya solusi untuk keadaan ekonomi,” tutupnya. (mal)

Bagikan Artikel

Rekomendasi