MUI Bali Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Keluarga Hadapi Pandemi Covid-19

Jumat, 05 Maret 2021 : 21.08
saat konferensi pers menjelang Ta’aruf, Rakerda dan Pengukuhan Kepengurusan MUI Bali Periode 2020-2025/Kabarnusa

Badung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali akan terus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan katahanan keluarga agar tetap bisa bertahan melawati masa-masa sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"MUI Bali sesuai perannya, hadir sebagai solusi umat dalam menghadapi berbagai persoalan khususnya saat ini, dampak terberat masa pandemi Covid-19," ujar Ketua SC Rakerda yang juga Sekretaris MUI Bali Oktan Hidayat saat konferensi pers menjelang Ta’aruf, Rakerda dan Pengukuhan Kepengurusan MUI Bali Periode 2020-2025.

Diakui Oktan, dampak cukup berat dirasakan masyarakat pada masa pandemi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat termasuk umat Islam.

Karena itulah, beberapa program mendesak dan menjadi prioritas, adalah bagaimana bisa memberdayakan ekonomi umat. Bagaimana umat bisa optimis, memiliki ketahanan ekonomi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Program prirotas lainnya, bagaimana membangun ketahanan keluarga, karena mereka mendapat dampak yang kurang baik dari pandemi Covid-19 ini," tegasnya didampingi para pengurus lainnya yakni Sekretaris Umum MUI Bali Ismoyo Sumarlan, Ketua Komisi Pariwisata dan Budaya Wahyu Sri Handono dan Ketua Komisi Infokom Muhammad Ridwan di Hotel Bali Intercontinental Resort, Jimbaran, Jumat (5/3/2021).

Pada bagian lain, Oktan menegaskan, pengukuhan kepengurusan 2020-2025 yang berjumlah 151 orang ini, bermakna apresiasi bagi para pengurus yang siap melayani umat dengan segala persoalannya.

”Sebab salah satu peran dari MUI adalah khadimul ummah, yaitu pelayan dari umat,” jelas mantan anggota DPRD Kota Denpasar ini.

Hal itu memiliki arti, para pengurus akan siap direpotkan oleh umat setiap saat.Ppara pengurus layak diapresiasi agar stamina kerjanya bertahan, energi kerjanya minimal konstan sampai dengan selesainya masa khidmat tahun 2025.

Sekum MUI Bali Ismoyo turut menambahkan, program kegiatan nyata yang menjadi fokus MUI tentunya yang cukup strategis untuk pemberdayaan umat.

"Jangan sampai orang-orang di sekitar masjid yang terdampaj pandemi, sampai tidak bisa makan, maka kita berikan sembako dan nasi bungkus," imbuhnya. Dia juga mencontohkan, program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.

Beberapa masjid, telah memulai dengan membantu, menyiapkan segala kebutuhan keperluan umat sehari-hari seperti Super Market Sembako di Masjid Baitul Mukmunin dan Masjid di Kampung Jawa yang memiliki semacam ATM beras.

Sementara Ketua OC Rakerda Wahyu menyampaikan, peserta Rakerda semua harus menjalani rapid test antigen dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Seluruh peserta yang masuk ruangan Rakerda, telah mengikuti prokes, untuk memastikan tidak ada penyebaran virus corona Covid-19," tandasnya.

Sesuai jadwal, Rakerda MUI Bali akan dihadiri langsung Sekjen MUI Pusat DR Amirsyah Tambunan dan Gubernur Bali I Wayan Koster direncanakan membuka Rakerda pada Sabtu (6/3/2021).

Adapun tamu undangan seperti Kapolda Bali, Kepala Kantor Kemenag Bali, Pangdam IX/Udayana, Anggota DPD RI Bambang Santoso, Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Panglingsir Agung Putra Sukahet (I Dewa Gede Ngurah Suastha.

Dalam Rakerda, pengurus akan memusyawarahkan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang dalam bingkat tema, Memperkokoh Kebersamaan, Membangun Optimisme Ditengah Pandemi.

Kepengurusan ini merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) MUI Bali bulan Desember 2020, Mahrusun terpilih menjadi Ketua baru menggantikan ketua terdahulu H Taufik As’adi untuk memimpin MUI Provinsi Bali 2020-2025.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Bali ini didampingi H Masrur Makmur (Wakil Ketua Umum), serta KH Noor Hadi Al Hafidz (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Bali) yang selama ini dikenal sebagai pengasuh PP Roudhlotul Huffadz sekaligus Rais Syuriah PWNU Bali. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi