Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Daging Celeng Ilegal ke Bali

Rabu, 10 Maret 2021 : 19.09
Karantina Denpasar melakukan pemusnahan daging celeng ilegal dengan mengundang Kapolsek Gilimanuk, BKSDA, Balai TNBB, KUUP Gilimanuk, ASDP, DanPOM, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana/ist

Denpasar - Petugas Karantina menggagalkan upaya penyelundupan 1,7 ton daging celeng ilegal ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk Kabupaten Jembrana.

Tingginya harga daging babi di Bali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai kelengkapan upacara agama ataupun konsumsi, dimanfaatkan oknum yang ingin mengeruk keuntungan dengan jalan pintas.

Kepala Karantina Pertanian Denpasar, Terunanegara mengatakan Pelabuhan Gilimanuk sebagai salah satu pelabuhan yang selalu padat arus lalu lintasnya sebagai tempat keluar masuk Bali, dan ini menjadi potensi besar sebagai tempat masuknya barang ilegal.

Berkat kerja sama instansi terkait di Pelabuhan Gilimanuk, seperti biasanya, pemeriksaan terhadap semua alat transportasi dilakukan pejabat karantina di pos - pos jaga.

"Dari sekian pemeriksaan alat transportasi, pejabat karantina mendapatkan mobil box yang setelah diperiksa mengangkut daging dalam jumlah besar," ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (10/3/2021).

Dari pemeriksaan seksama, ditemukan daging daging celeng asal Kabupaten Jombang sebanyak 1,7 ton yang dikemas dalam 29 karung.

Supir mobil box selaku pembawa daging celeng setelah diperiksa tidak bisa menunjukkan kelengkapan sertifikat karantina dari daerah asal. Penggagalan daging celeng ilegal asal Jombang ini terjaring sabtu (6/3/2021) dini hari.

Setelah dilaksanakan tindakan karantina penahanan, karena supir pengangkut tidak berniat membawa dagingnya ke daerah asalnya.

Karantina Denpasar melakukan pemusnahan dengan mengundang Kapolsek Gilimanuk, BKSDA, Balai TNBB, KUUP Gilimanuk, ASDP, DanPOM, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Jembrana.

Terunanegara mengatakan saat melaksanakan pemusnahan berharap dengan tindakan penahanan dan pemusnahan ini pelaku akan mendapatkan efek jera.

"Agar tidak mengulangi lagi pemasukan daging babi/celeng ilegal dari luar Bali dalam mencegah masuk dan menyebarnya HPHK di Bali sesuai diamanatkan dalam UU No. 21 tahun 2019," demikian Terunanegara. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi