Jaringan 4G Telkomsel Dukung Pembelajaran Daring Bagi Pendidik

Senin, 01 Maret 2021 : 22.08
Juanita menjelaskan layanan 4G tidak ada alasan lagi bagi pelanggan komplain soal buffer karena semua sudah berteknologi 4G. Kalau masih ada yang komplain akses internetnya lemot atau sering buffer harus dicek lagi apakah simcard-nya masih 3G/ist.

Denpasar - Waka Humas SMAN 2 Denpasar, Dra. Tri Sulistyaningsih, menyampaikam, jaringan 4G Telkomsel sangat berguna sekali terutama untuk melaksanakan pembelajaran secara daring bagi para pendidik.

"Kami juga sering mengadakan meeting secara virtual bersama guru guru lainnya. Dengan menggunakan jaringan 4G ini pembalajaran daring maupun meeting dapat berjalan lancar,” ungkapnya, Senin (1/3/2021).

Kecepatan akses internet selama pandemi Covid-19 menjadi kebutuhan utama bagi siapa saja. Ini tidak lepas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang terjadi baik yang ada di perkotaan maupun pedesaan, sejak muncul pandemi Covid-19.

Segala aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan dari rumah, seperti bekerja, belajar hingga belanja kebutuhan sehari-hari melalui layanan pesan antar secara online.

Alhasil, masyarakat cukup terlayani kebutuhannya dengan cukup klik di aplikasi layanan tersebut.

Tidak itu saja, untuk transaksi pun dilakukan secara online baik melalui aplikasi mobile banking maupun aplikasi lainnya seperti LinkAja, GoPay, OVO, dan sebagainya.

Agar layanan tersebut memberikan kepuasan pada pengguna, akses internet sangat menentukan.

“Di masa pandemi seperti saat ini memang internet menjadi yang utama. Pakai 4G jauh lebih enak karena saat ada project di instagram kecepatan untuk mengupload kontennya sangat cepat dan stabil. Apalagi ketika digunakan untuk download film di netflix gak perlu menunggu lama,” tutur Ananda Puspita Influencer asal Bali (28 tahun) yang telah menggunakan Telkomsel sejak 11 tahun lalu.

Menanggapi penggantian simcard 3G ke 4G, VP Network Operation Quality Management Telkomsel Area Jawa Bali, Juanita Erawati, mengatakan, layanan 4G Telkomsel sudah merata di seluruh pelosok Jawa Timur, mulai di kota hingga di pelosok pedesaan.

Ini didukung penyediaan BTS 4G di Bali sebanyak lebih dari 1700 unit.

Juanita menjelaskan layanan 4G tidak ada alasan lagi bagi pelanggan komplain soal buffer karena semua sudah berteknologi 4G. Kalau masih ada yang komplain akses internetnya lemot atau sering buffer harus dicek lagi apakah simcard-nya masih 3G.

Kalau simcard-nya masih 3G, tegas Juanita, harus segera diganti ke 4G sehingga kecepatan akses Telkomsel menjadi lebih optimal. Saat ini jumlah pelanggan Telkomsel di Bali yang belum menukarkan simcard-nya ke 4G sekitar 27 persen.

Pihaknya berharap tahun 2022 seluruh pelanggan Telkomsel sudah menukarkan simcard-nya ke 4G. Jika tidak, sangat sayang karena tidak bisa menikmati kualitas akses internet yang bagus, yang dimiliki Telkomsel.

Guna menukarkan simcard, Juanita mengatakan, pelanggan bisa mendatangi GraPARI terdekat di wilayahnya. Tidak perlu khawatir, GraPARI menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan penggantian simcard tidak membutuhkan waktu lama.

Juanita mengajak bagi pelanggan Telkomsel, yang simcard-nya belum 4G agar segera ditukarkan.

Sekarang eranya serba digital, serba cepat dan akses internet lemot sudah tidak jaman lagi karena Telkomsel sudah memberikan layanan 4G yang jauh lebih optimal kecepatan akses internetnya dibanding 3G. Jadi ayo buruan ditukar simcard yang masih 3G.

"Kalau terkendala smartphone berteknologi 4G jangan khawatir, saat ini cukup banyak yang menyediakan smartphone dengan harga terjangkau. Bahkan sekarang sudah mulai dipasarkan smartphone berteknologi," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi