Gubernur Koster Ingatkan Ekosistem Pariwisata Kurang Bagus Berdampak Buruk Terhadap Citra Bali

Selasa, 02 Maret 2021 : 08.22
tegas Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima para Ketua Umum DPD ASITA baik yang menamakan diri DPD ASITA Bali, Komang Banuartha maupun DPD ASITA 71, Putu Winastra di Rumah Jabatan, Jaya Sabha Senin, (1 /3/2021)/ist.

Denpasar - Gubernur Bali, Wayan Koster mengingatkan jika ekosistem pariwisata Bali kurang bagus maka akan memiliki dampak buruk terhadap citra pariwisata di Pulau Dewata.

"Malu kita kalau di Bali ada dua ASITA, jika ekosistem pastiwisata Bali kurang bagus maka akan memiliki dampak buruk terhadap citra pariwisata Bali," tegas Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima para Ketua Umum DPD ASITA baik yang menamakan diri DPD ASITA Bali, Komang Banuartha maupun DPD ASITA 71, Putu Winastra di Rumah Jabatan, Jaya Sabha, Senin (1 /3/2021).

Untuk itu, dua kepengurusan ASITA di Bali harus bersatu, bagaimanapun caranya. ASITA bersatu mutlak harus dilakukan, jika ASITA bersatu maka pelaku usaha akan merasa nyaman.

Didampingi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, anggota Kelompok Ahli Pembangunan bidang Pariwisata antara lain, I G.A.N. Rai Surya Wijaya, Gst. Kade Sutawa dan I Ketut Jaman, Gubernur Koster menyampaikan, saat ini Pemerintah Provinsi Bali sedang melakukan pembenahan kepariwisataan.

Sejumlah Perda seperti Perda nomor 1 tahun 2020 tentang Kontribusi Wisatawan untuk Perlindungan Lingkungan Alamdan Budaya Bali, Perda nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, dan Pergub nomor 28 tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali.

Saat ini juga sedang disiapkan tatanan pelaksanaan Perda dan Pergub Kepariwisataan Bali tersebut.

Pemprov Bali juga sedang membangun Sumber Daya Manusia Pariwisata yang berkualitas termasuk SDM yang dimiliki ASITA Bali. Dalam usaha menata kepariwisataan Bali yang beberapa tahun terakhir tampak lepas control.

Maka, seluruh pelaku pariwisata yang ada di Bali harus solid. Jika ada organisasi/ asosiasi pariwisata di Bali yang terpecah, maka usaha untuk membangun Kepariwisataan Budaya Bali yang berkualitas dan berkelanjutan akan jauh dari harapan dan hal tersebut juga mencoreng citra kepariwisataan Bali baik di Indonesia maupun di mata internasional, jelas Koster.

“Semua pelaku usaha perjalanan wisata yang ada di bawah ASITA harus saling berteman. Kalau ASITA Bali tidak bersatu malu lah kita dengan Pemerintah Pusat.

"Silakan buat Musdalub tapi sebelum Musdalub silakan berembug dulu mulai dari pengurus terbatas untuk menemukan titik temu kemudian baru disampaikan ke anggota, supaya Musdalub yang dilaksanakan bisa berjalan lancar,” tambah putra Sembiran, Buleleng ini.

Ketua ASITA 71, Putu Winastra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur Bali yang sudah memliliki perhatian sangat besar terhadap kondisi ASITA Bali.

Secara prinsip ia sangat setuju untuk mempersatukan DPD ASITA Bali dan siap akan melaksanakan apa yang telah diintruksikan Gubernur. Pada kesempatan tersebut Winastra mohon agar Pemerinta Provinsi Bali dapat memfasilitasi pelaksanaan Musdalub yang akan dilaksanakan.

Senada dengan Winastra, ketua ASITA Bali, Komang Banuartha juga menyatakan kesiapannya untuk menjalankan semua arahan Gubernur. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi