Forum Peduli Aids Manfaatkan Jejaring dan Optimalkan Peran Non-Pemerintah

Kamis, 25 Maret 2021 : 08.48
Workshop digelar Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bali/Kabarnusa

Denpasar - Komisi Peduli Aids (KPA) Provinsi Bali akan memperkuat peran-peran masyarakat atau non-pemerintah dalam upaya membangun kepedulian terhadap Aids dan masalah kesehatan terkait.

Sejak lahir tahun 2019, Forum Peduli Aids (FPA) Bali, sebagai wadah para individu dan Lembaga yang memiliki kepedulian terhadap Aids dan masalah kesehatan Terkait

Pengurus Forum Peduli Aids Bali Made Efo Suarmiartha menyampaikan itu saat workshop digelar Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (24/3/2021).

Efo menyampaikan, seluruh program kegiatan sebagai bentuk partisipasi para lembaga atau individu yang berkomitmen dan peduli terhadap permasalahan Aids.

Ditegaskan, keberadaan FPA sebagai penggerak pada sisi pendukung program dan bukan sebagai inplementor program.

"Peran fokus pada jejaring, penguatan kapasitas, komunikasi, partisipasi aktif dan media konsultasi," tuturnya. Salah satu yang menjadi perhatiannya saat pandemi ini, terhadap kelompok mandiri peduli Aids.

Dia kembali menegaskan, kemandirian forum ini penting jadi tidak tergantung donor atau pendanaan. Untuk itu, pihaknya terus mendorong dan melibatkan partisipasi pihak-pihak yang memiliki misi sama yakni memiliki kepedulian terhadap upaya penanganan Aids di Bali.

"Bagaimana keberlanjutannya, maka kita ikat dalam komitmen bersama, terlibat dalam proyek bersama," imbuhnya dalam workshop yang dihadiri kalangan media online ini.

Pihaknya terus menggerakkan semua anggota forum agar mampu berkontribusi saat pandemi. Jadi, dibuat program berbagi saat pandemi ini seperti workshop bersama lewat konsorsium.

"Kami senantiasa tanamkan kemandirian, bagaimana membuat konsorsium tingkat internasional, jadi pelaksanaanya bukan FPA, FPS sebagai agen saja," sambungnya didampingi pengurus KPA Bali Yuni Ambara dan Komunitas Jurnalis Peduli Aids (KJPA) Bali Rofiqi Hasan.

Pada kesempatan sama, Yuni Ambara menambahkan, pihaknya memberikan ruang luas kepada KJPA untuk bersama-sama melaksanakan program penanganan Aids.

"Kami bermitra kuat dengan KJPA, dalam waktu dekat menggelar workshop diskusi seperti membahas Perda No 3 Tahun 2006 bahwa penanggulangan HIVC/Aids adalah salah satunya dengan media," tutur Ambara.

Selain itu, pihaknya akan terus melakukan program kegiatan untuk promosi pencegahan, konseling dan tes sukarela rahasia, pengobatan dan perawatan.

"Itu semua butuh dukungan teman-teman media dan Pokja ini menaungi teman-teman jurnalis dalam penanggulangan Aids," demikian Yuni. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi