Direktur Pengolahan Bina Mutu KKP Kunjungi Poklahsar Karya Lestari

Selasa, 16 Maret 2021 : 21.04
Direktur Pengolahan dan Bina Mutu KKP, Trisna Ningsih berfoto bersama dengan Ketua dan Pengurus Poklahsar Karya Lestari di Tabanan

Tabanan - Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Trisna Ningsih & dalam kunjungan kerjanya di Bali, melakukan kunjungan silaturahmi ke Poklahsar Karya Lestari dan Poklahsar Taman Griya di Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (16-3-2021).

Saat kunjungan silaturahminya di Poklahasar Karya Lesari, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih didampingi sejumlah staf disambut Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Tabanan AA. Ngurah Raka Iswara, Ketua Poklahsar Karya Lestari Ni Made Putriningsih Wirna dan sejumlah pengurus.

Ni Made Putriningsih Wirna dalam sambutan selamat datangnya melaporkan sejak pandemi Covid-19 setahun terakhir ini omzet produksi aneka pengolahan ikan berbahan surimi yang diproduksi Poklahsar Karya Lestari mengalami penurunan yang sangat tajam.

"Untuk meningkatkan pemasaran kami telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya melakukan penjualan secara daring serta melalui jaringan. Namun itu semua belum memberikan hasil yang memuaskan," katanya berterus-terang.

Pada kesempatan tersebut juga diungkapkan bila Surat Kalayakan Pengolahan (SKP) yang dimiliki Poklahsar Karya Lestari saat ini sudah kadaluwarsa.

Terkait hal itu, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih mangatakan di masa pandemi Covid-19 setahun terakhir ini merupakan ujian bagi kita semua.

"Kita sudah melewati saat kritis bersama-sama. Program pengembangan ke depan adalah ke arah indistrialisasi pengolahan dari hulu sampai hilir, mebuka pasar lintas provinsi, selain itu harus punya sertifikasi kelayakan pengolahan untuk setiap jenis usaha," paparnya.

Disebutkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin bahwa pengurusan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) perikanan tidak berbelit di mana lama prosesnya telah dipangkas dari sebelumnya tujuh hari menjadi hanya tiga hari.

"Penerbitan SKP tidak perlu proses berbelit, baik untuk unit pengolahan ikan menengah besar maupun mikro kecil," katanya sambil menambahkan, kunjungannya ke Poklahsar Karya Lesatri ini juga sekaligus melakukan pembinaan dan evaluasi terkait pengurusan SKP.

Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Trisna Ningsih menambahkan bahwa pelayanan SKP juga dilakukan dengan lebih transparan, cepat, dan semua pelaku usaha bisa memantau proses tersebut secara daring.

Ditegaskan, pihaknya tetap memberikan kemudahan di masa pandemi melalui pengiriman dokumen elektronik/digital pada alur proses dan pengajuan SKP. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi