Diproyeksi Raup Untung, Perusahaan Jepang di Indonesia Siap Ekspansi

Senin, 15 Maret 2021 : 19.07
Arif mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat audiensi secara daring bersama perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia di Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (15/3/2021)/KSP

Jakarta – Perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia dalam satu dua tahun ke depan akan meningkatkan ekspansi bisnis karena diproyeksikan bisa meraup untung pada tahun 2021.

Staf Khusus KSP Arif Hardono menanggapi kondisi ekonomi Indonesia saat ini, Perusahaan-perusahaan asal Jepang yang berbasis di Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Salah satu alasannya, keuntungan perusahaan-perusahaan tersebut bakal melesat pada tahun 2021 setelah pada 2020 anjlok terdampak pandemi Covid-19.

Data ini tertuang dalam hasil survei JETRO terhadap lebih dari 1.000 perusahaan Jepang di Indonesia. mendorong JETRO untuk menjaga komunikasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

"Apa yang kami sampaikan, terutama mengenai upaya pemulihan ekonomi ini juga perlu disampaikan. Apalagi, Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp699 triliun untuk program PEN pada 2021 ini,” jelas Arif.

Arif mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat audiensi secara daring bersama perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia di Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Senin (15/3/2021).

Seperti disampaikan Presiden Direktur JETRO Indonesia Keishi Suzuki. Keishi memaparkan, perusahaan asal Jepang di Indonesia melihat adanya peningkatan penjualan di dalam negeri maupun penjualan ekspor.

Meski begitu, Keishi menjelaskan, peningkatan upah buruh jadi salah satu isu yang menjadi perhatian para perusahaan asal Jepang tersebut. Terutama yang bergerak di bidang manufaktur. Mereka berharap Undang-Undang Cipta Kerja bisa memperbaiki situasi tersebut,” jelas Keishi.

Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menyampaikan pemerintah telah bekerja keras untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19. Beberapa upaya tersebut di antaranya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga program vaksinasi.

“Harapannya persoalan ekonomi segera bangkit sehingga daya beli masyarakat meningkat,” tutur Moeldoko .

JETRO adalah badan organisasi yang terkait dengan pemerintah Jepang, yang bekerja untuk mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia.

Kepada JETRO, Moeldoko yang didampingi Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Arif Budi Hardono, Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma beserta para tenaga ahli Deputi III KSP dari Kepada KSP menyinggung adanya stimulus bagi korporasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diberikan melalui program PEN.

Selain itu, belum lama ini, Pemerintah juga memberikan keringanan pajak untuk pembelian mobil dan rumah.

Tidak hanya itu, Moeldoko juga menjelaskan bagaimana kehadiran UU Cipta Kerja akan memberikan kemudahan bagi investor untuk datang ke Indonesia, sehingga bisa menjadi pengungkit ekonomi ke depan.

Upaya-upaya itu perlu kontribusi berbagai pihak. Pengusaha dan Pemerintah perlu terus berkomunikasi untuk melihat perkembangan isu yang ada.

"Jetro sebagai strategic partner antara swasta dan Pemerintah perlu menjaga eksistensinya dan bekerja sama dengan baik, terutama dengan KSP,” imbuh Moeldoko. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi