Didanai Rp 175 Miliar, Pasar Rakyat Banyuasri Terapkan Digitalisasi QRIS

Rabu, 31 Maret 2021 : 08.52
Gubernur Bali, Wayan Koster meresmikan pasar ini, dihadiri Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Bupati Buleleng, Agus Suradnyana, Selasa (30/3/2021)/ist.

Singaraja - Pasar Banyuasri, Singaraja  Bali,yang dibangun dengan menelan total dana sebesar Rp 175 milyar telah menerapkan transaksi pembayaran berbasis digitalisasi QRIS.

Gubernur Bali, Wayan Koster meresmikan pasar ini, dihadiri Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Bupati Buleleng, Agus Suradnyana, Selasa (30/3/2021).

Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho, Bank Indonesia Propinsi Bali mengapreesiasi Pasar Banyuasri yang megah ini. “Pasar Banyuasri the most beautiful market tradisional in Bali,” ujar Trisno.

Ia memberikan ucapan selamat HUT Singaraja ke-417, semoga semakin jaya dan semakin berkomitmen untuk masyarakat Singaraja yang sejahtera, serta terus mensosialisasikan serta menggencarkan program digitalisasi berbasis Qris, di pasar Banyuasri.

Langkah ini sebagai upaya membantu pemulihan ekonomi daerah khususnya dan nasional pada umumnya.

“Salah satu cara yang kami lakukan adalah terus menerus mengedukasi, mempromosikan dan mengajak masyarakat untuk mengadopsi pembayaran nirsentuh sebagai salah satu upaya menjaga protokol kesehatan juga,” jelasnya.

Digitalisasi pembayaran dapat menjadi langkah awal bagi para pedagang pasar tradisional mendapat pinjaman dari perbankan untuk mengembangkan usaha.

Terlebih Bali saat ini menduduki posisi tujuh urutan nasional dengan 200 ribu mercant yang menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Artinya sejak diluncurkan pada Agustus 2019 sosialisasi dan edukasi berjalan seperti yang diharapkan.

Bahkan Bali menjadi contoh model bagaimana mengkampanyekan QRIS kepada masyarakat.

“Berdasarkan penelitian UI,Bali masuk urutan ke 4 se Indonesia dalam percepatan penggunaan QRIS dalam transaksi digital,” kata Trisno. Untuk penggunaan QRIS di Pasar, bayar parkir, retribusi,berbelanja sampai menggandeng Aplikasi Gojek.

Peluang dan potensi pemanfaatan QRIS sebagai salah satu kanal pembayaran non-tunai dalam mendorong lembaga-lembaga keuangan mikro guna meningkatkan kinerja lembaga yang juga mampu memberi kontribusi positif terhadap peningkatan perekonomian Bali.

”Dalam rapat-rapat Dewan Gubernur BI, Bali kerap disebut-sebut dan dijadikan contoh penerapan QRIS, apalagi ditambah ratusan koperasi dan seribu lebih LPD berencana menggunakan QRIS,” tutur Trisno.

Setelah dimulai pembangunannya pada November 2019, Para pedagang tradisional kini dapat memanfaatkan bangunan megah di pasar Banyuasri ini untuk meningkatkan perekonomian, di tengah pesatnya perkembangan pasar dan toko-toko modern.

Pengerjaannya dimulai pada Desember 2019 lalu, oleh PT Tunas Jaya Sanur.Pasar berlantai tiga dengan luas 20.400 meter persegi itu memiliki 92 unit ruko, 200 los basah dan 252 los kering di lantai satu, 244 los kering dan 184 kios di lantai dua, serta delapan unit kios kuliner dan areal parkir di lantai tiga.

Pasar itu juga memiliki fasilitas berupa tangga eskalator, lift untuk pengunjung, serta AC khusus untuk los daging.Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, pasar tradisional selama ini kalah bersaing dengan pasar modern, sebab terkesan kumuh.

Dengan merevitalisasi dan mendigitalisasi Pasar Banyuasri menjadi pasar semi modern, diharapkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar modern semakin meningkat.Bahkan ia juga merancang pasar tersebut menjadi objek city tour. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi