Berkomitmen dalam Penanganan Bencana, Tabanan Raih Penghargaan BNPB

Kamis, 11 Maret 2021 : 22.30
Penghargaan diserahkan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo kepada Sekda Tabanan I Gede Susila dalam rapat koordinasi (rakor) Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang digelar melalui zoom meeting, Rabu (10/3/2021)/ist.

Tabanan - Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas Kerja keras dan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menangani bencana di Daerah, termasuk di masa pandemi Covid-19.

Penghargaan diserahkan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo kepada Sekda Tabanan I Gede Susila dalam rapat koordinasi (rakor) Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang digelar melalui zoom meeting, Rabu (10/3/2021).

Usai mengikuti zoom meeting, Sekda I Gede Susila didampingi Inspektur Tabanan I Gede Urip dan Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, menyerahkan Penghargaan tersebut kepada Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya,SE,MM, di rumah dinas Bupati setempat.

Bupati Sanjaya bersyukur dianugerahi penghargaan ini dan mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan dari Pemerintah Pusat melalui BNPB.

Pihaknya berharap, penghargaan ini menjadi suatu pelecut motivasi seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan untuk melakukan yang lebih baik lagi, khususnya dalam menangani pandemi yang saat ini masih mengancam kehidupan, termasuk di Tabanan.

Pada saat zoom meeting, sebelumnya, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, Daerah yang memperoleh penghargaan merupakan apresiasi dari Pemerintah Pusat atas kinerja dan sinergitasnya dalam penanggulangan bencana di daerah, sesuai dengan Und-25/D.II/PK.01.03/03/2021 perihal undangan penghargaan rakornas PB Tahun 2021.

Penghargaan diberikan kepada sejumlah Pemerintah Daerah, Lembaga Usaha, Masyarakat, Perguruan Tinggi, dan Media, dalam rangka penguatan koordinasi dan sinergitas penyelenggaraan penangulangan bencana.

Doni menjelaskan kapan sebuah bangsa dikatakan tangguh bencana, yakni ketika sebuah bangsa yang dalam sel darahnya mengalir darah sadar bencana.

“Bangsa hidup menghirup nafas tanggap bencana, bangsa yang di rongga otaknya tertanam kesadaran hidup di daerah penanggulangan bencana,” terangnya.

Pihaknya untuk mengajak seluruh jajaran agar membudayakan hal tersebut dalam rangka menjagaa ekosistem yang ada disekitar untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

“Kita jaga alam, alam jaga kita,” ucapnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi