Bendungan Cipanas di Sumedang, Simpan Pesona Wisata Kuliner dan Budaya

Rabu, 24 Maret 2021 : 17.39
Sungai Cipanas adalah salah satu anak sungai yang mengalir dan kini sedang proses untuk dibangun bendungan yang juga namanya Bendungan Cipanas/Edah Jubaedah.

Sumedang - Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat memiliki salah satu potensi pariwisata khas mulai kuliner hingga tradisi budaya di kawasan Sungai Cipanas yang cukup indah.

Sungai Cipanas adalah salah satu anak sungai yang mengalir dan kini sedang proses untuk dibangun bendungan yang juga namanya Bendungan Cipanas.

Hulu sungai ini, berada di Kaki Gunung Tampomas, tepatnya di wilayah Kecamatan Conggeang yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Buahdua.

Dahulu, pada zaman Kerajaan Sumedanglarang seringkali Panggede Sumedang berkunjung ke wilayah ini. Para bangsawan kerap melakukan interaksi dengan masyarakat, dalam bentuk tradisi marak dan ngagogo ikan di Sungai Cipanas.

Ikan di sungai Cipanas sejak zaman dahulu kala, sudah terkenal dengan rasanya yang sangat lezat. Tak heran, jika Raja Sumedang sangat menyukai ikan dari Sungai Cipanas ini.

Kebiasaan Raja ini berlanjut hingga ke bupati-bupati sesudahnya. Lezatnya ikan Cipanas, banyak dipengaruhi oleh mineral yang terkandung dalam air sungai Cipanas.

Karaton Sumedanglarang dengan Radya Sepuh R. Ikik Lukman Suriadisuria sangat berharap agar kelak Sungai Cipanas ini memiliki daya tarik bagi siapapun baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara/ist.

Ke hilir air ini mengalir ke Kabupaten Indramayu. Sungai ini banyak berfungsi untuk mengairi sawah-sawah di sepanjang aliran yang notabene hal ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional.

Makanya untuk.mempertahankan itu di bangunlah bendungan Cipanas yang sekarang progresnya pembangunan fisiknya mencapai 70%. Dalam hal ini Yayasan Darabasa diketuai Maman Surahman sangat konsern untuk kembali mengangkat tradisi ini.

Untuk itu, Karaton Sumedanglarang dengan Radya Sepuh R. Ikik Lukman Suriadisuria sangat berharap agar kelak Sungai Cipanas ini memiliki daya tarik bagi siapapun baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

"Baik pecinta alam pecinta kuliner bahkan pecinta budaya," ucapnya awal pekan ini.

Dalam kesempatan ini, juga ditampilkan seni buhun Celempung tunggal bersama Abah Jama dari grup Celempung Jelat Grup berkedudukan di Dusun Ciledre Desa Cibubuan.

Antuasias warga tak terhalang, walaupun panitia dari Yayasan Darabasa terus mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan dengan disiplon 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

Semua pihak berharap, pandemi cepat berlalu sehingga perekonomian di sektor pariwista ini cepat pulih kembali. (Edah Jubaedah)

Bagikan Artikel

Rekomendasi