Asep Setiawan : UKW Merupakan Platform untuk Meningkatkan Kompetensi Wartawan

Jumat, 19 Maret 2021 : 23.30
Uji Kompetensi Wartawan (UKW) digelar di Denpasar Bali/Siti Muamalah

Denpasar – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan platform untuk meningkatkan kompetensi wartawan atau jurnalis. UKW di Bali diikuti 54 wartawan digelar perdana di Four Star By Trans Hotel, Denpasar.

Selain peserta ujian, kegiatan juga dihadiri beberapa wartawan senior tergabung dalam Dewan Pers maupun PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Salah satunya Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan.

“Jadi ini sebuah langkah di mana Dewan Pers bersama dan kosekuen mendukung profesionalitas wartawan. Kita tahu dan sepakat bahwa UKW merupakan suatu platform untuk meningkatkan kompetensi kita dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun,” ungkap Asep Setiawan saat memberikan sambutan Jumat, (19/3/2021).

Pria yang sudah 30 tahun menjadi wartawan tersebut memaparkan, tugas wartawan bukanlah sesuatu yang mudah. Program UKW yang digelar Dewan Pers dan dukungan dari teman-teman konsekuen dan pemerintah sendiri, untuk tahun ini sekitar 1700 wartawan yang mengikuti.

Lanjut Asep, uji kompetensi itu esensinya adalah bagaimana kita sebagai wartawan mengetahui hal-hal yang terkait dengan peraturan, etnik dan cara-cara bagaimana kita mengelola redaksi, dan bagaimana persiapan sebagai pemimpin profesional.

“Wartawan itu sebetulnya saksi sejarah, kalau kita melaporkan sejarah umat manusia, sejarah Bangsa Indonesia, secara tidak profesional maka sejarah itu akan tercemar. Jadi tanggung jawab kita itu besar detik ke detik, menit ke menit kita laporkan setiap saat peristiwa yang terjadi,” papar Asep terkait pentingnya tugas yang diemban wartawan.

Ia melanjutkan latar belakang UKW ini dilaksanakan, karena pihaknya banyak sekali menerima masukan dan keluhan dari narasumber baik dari negeri maupun swasta. Bahwasanya pers di Indonesia tantangannya semakin besar.

Dengan adanya media sosial misalnya semua orang bisa membuat berita. Kalangan media harus bisa mengukuhkan diri pers ini sebagai sebuah komunitas yang memang salah satu pilar yang dikatakan ilmuwan adalah pilar demokrasi jadi tanggungjawab kita itu besar.

"Maka kalau kita tidak meningkatkan kompetensi ya kita khawatir kita tidak menjadi pilar. Dan saya berharap dengan UKW ini kita benar-benar fokus bagaimana meningkatkan profesionalisme dan kemampuan teknis kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, UKW ini dihelat selama 2 hari yakni dari tanggal 19 sampai 20 Maret 2021.

Yang mana, di hari pertama, peserta akan diberikan 5 uji yaitu, uji tentang kode etik, mengusulkan usulan liputan, uji rapat redaksi, wawancara presscon, dan wawancara doorstop.

Narasumber dihadirkan dari LSPR yakni Mr. Yackie sebagai General Manager LSPR, Ms. Gesille Sedra Buot sebagai Dosen LSPR Bali dan Nurdin Gustaf sebagai Sr. Marketing Manager LSPR Bali. (Mal)

Bagikan Artikel

Rekomendasi