Uji Petik Libatkan OPD, Berdampak Signifikan

Selasa, 16 Februari 2021 : 10.31

Karangasem - Anjloknya PAD Karangasem membuat Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) memutar otak.

Plt DPKAD I Wayan Purna yang juga asisten I Setda Karangasem, menyampaikan terlebih lagi saat pandemic Covid 19 diperlukan anggaran yang cukup besar untuk operasional pemerintah.

Purna mengakui kalau PAD dari Pariwisata 2020 ditergat 30 miliar, namun hanya mampu tercapai 8,5 Miliar dan 6 miliar diantaranya pada triulan pertama yang artinya sebelum Covid.

Sementara triulan kedua berhasil meraup Rp 2 miliar yang turun drastis karena Covid. Harapan untuk meraup PAD dari Pariwisata sangat berat.

Sekalipun kena Covid sector ini diprediksi masih bisa dihandalkan, karena itu Purna pun bertekad untuk mengamankan PAD dari galian C. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan operasi uji petik dengan melibatkan OPD lainya.

“Kami mengajak OPD lainya dalam operasi uji petik yang kami lakukan,” ujarnya.

Hal ini dilakukan agar kegiatan yang dilakukan DPKAD tidak terkesan merekayasa hasil uji petik yang dialakukan. “Kita ingin tahu seberapa sejatinya pemasukan kita dari portal dan berapa truk per hari yang masuk,” sambungnya.

SK penugasan uji petik bersama OPD ini mulai keluar 1 Februari lalu, dimana pada hari pertama truk yang lewat di tujuh portal milik Pemkab di Karangasem sebanyak 1174 truk, kemudian naik pada hari kedua menjadi 1210 truk (2/2/2021).

Hari ketiga menjadi 1128 truk, hari ke empat 1391 truk dan hari kelima (5/2/2021) adalah capaian paling tinggi selama uji petik sampai saat ini yakni 1458 truk.

Sementara hari keenam turun menjadi 1397 truk, hari ketujuh 1373, hari kedelapan 1311, hari kesembilan 1451, hari kesepuluh 1388, kesebelas 1378, ke 12 sebenyak 900 truk karena bertepatan dengan hari raya Saraswati.

Sementara nilai pajak 14.000 per kibik, dimana harga pasir ditetapkan 70 ribu per kibiknya dengan pajak 20 persen. Sementara itu DPKAD juga akan melakukan langkah langkah lainya untuk mengamanpan PAD dari sector galian C. diantaranya adalah soal faktur.

Ia mengatakan, sudah menerapkan faktur dengan barkocode yang bisa di share langsung secara elektronik ke Dinas. Dengan sistem barkode juga dijamin kalau faktur tersebut tidak akan bisa digunakan sebenyak dua kali.

Selaian itu sobekan faktur yang warna merah juga diisi tanggal sehingga tidak bisa digunakan dua kali, karena selama ini ada indikasi kalau faktur digunakan kembali oleh sopir truk. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi