Selain Pinjaman Lunak, Bali Minta Program Pusat untuk Bangkitkan Pariwisata

Jumat, 12 Februari 2021 : 00.00
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati/ist

Gianyar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menegaskan selain meminta pinjaman lunak atau soft loan ke pemerintah juga diharapkan adanya program-program pusat lainnya untuk membangkitkan ekonomi pariwisata Bali.

Cok Ace, sapaan Wagub Bali, pada pembukaan Rapat Kerja Daerah I, periode 2020-2025 di Ubud, Gianyar, Kamis (11/2/2021).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini juga berharap kehadiran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Bali dapat menjadi pemantik semangat para pelaku pariwisata di tengah kondisi ekonomi yang sangat sulit di masa pandemi ini.

Melalui Rakerda tersebut, sebagai Ketua PHRI Cok Ace meminta pelaku pariwisata di daerah jangan sampai melepas aset-aset yang dimiliki, meskipun di tengah kondisi sulit yang diakibatkan oleh dampak pandemi.

Untuk itu dibutuhkan kesabaran dari para pengusaha, sehingga aset-aset masih tetap dapat dijaga.

Ditegaskan Cok Ace, Bali meminta dukungan pinjaman lunak atau soft loan yang telah diajukan kepada pemerintah pusat, saat ini sedang diperjuangkan Menparekraf agar dapat segera terealisasi.

Hal ini untuk membantu industri pariwisata di Bali agar bangkit kembali.

“Tidak hanya soft loan saja yang kami minta dukungan dari pusat, namun program-program lain untuk membangkitkan ekonomi dan pariwisata juga kami harapkan”, ujar Wagub yang juga Guru Besar ISI Denpasar.

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno mendukung kebangkitan pariwisata Bali, mengingat Bali merupakan tulang punggung devisa negara.

Untuk itu pihaknya telah melakukan beberapa kajian terkait program-program yang akan digagas untuk mendorong pariwisata Bali.

Salah satunya terkait soft loan, pihaknya sudah melobi pimpinan menteri terkait dan segera akan diajukan kepada Presiden untuk disetujui. Selain itu, ia juga tengah menyiapkan terobosan Free Covid Corridor (FCC).

“Jadi rencananya yang boleh masuk kesini adalah wisatawan yang sudah mendapatkan vaksin di negara asalnya dan disini dilakukan antigen dan mereka bisa langsung beraktifitas karena mereka sudah free covid,” kata Sandiaga di Ubud.

Sandiaga mengungkap, konsep itu telah diterapkan belum lama ini dengan program datangnya 5.000 tenaga kerja asing asal China di Morowali, Sulawesi Tenggara.

Dia menyebut sedang mempelajari pola itu agar bisa diterapkan di sektor pariwisata. Penerapannya diprioritaskan terutama di Bali.

Bali juga bisa mendapatkan satu perhatian khusus dari segi vaksin, khususnya bagi para pekerja di dunia pariwisata. Ia, berharap terobosan ini menjadi suatu motivasi untuk membangkitkan pariwisata dan ekonomi Bali.

“Ini bisa menyelamatkan lapangan pekerjaan dan kita harus mulai mempersiapkan kebangkitan sektor ini,” tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi