Penanaman Nilai-nilai Pancasila Butuh Aksi Nyata di Masyarakat

Selasa, 09 Februari 2021 : 00.00

Denpasar - Semakin menipisnya pemahaman nilai-nilai Pancasila mengakibatkan banyak pengaruh buruk yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya yang menyerang kaum muda.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster mengatakan, sosialisasi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara bersinergi.

Menguatkan sumber daya manusia dengan menanamkan pemahaman bukan hanya melalui teori saja, namun harus langsung mempraktikkan di lapangan.

"Tujuannya menumbuhkan rasa loyalitas, kesetiaan dan dedikasi menjadi hal yang harus dimiliki setiap generasi bahwa kepentingan negara di atas kepentingan pribadi," ungkap Putri dalam acara dialog Perempuan Bali Bicara, dengan tema “Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Keluarga”, di Denpasar , Senin (8/2/2021).

Kata Putri, dalam keluarga anak-anak hendaknya diberikan tugas untuk dilaksanakan. Rumah merupakan sekolah pertama untuk menanamkan kedisiplinan dan penumbuhan karakter yang berkepribadian baik dan bertanggung jawab.

Disampaikannya, pada pengamalan sila pertama, seorang anak dididik untuk mengokohkan pribadi melalui pembagian tugas pemahaman agama yang kita anut.

Yang nantinya dapat diterapkan dilingkungan luas terutama pertemanan, sekolah dan di manapun kita berada. Sehingga di sini penanaman hubungan manusia dengan Tuhan sangat penting.

“Guru di sekolah memberikan teori, sedangkan rumah dan lingkungan menjadi tempat untuk melaksanakan praktik,” terang Wanita yang penuh dengan talenta ini.

Pada sila kedua yakni penanaman nilai kemanusiaan untuk saling hormat menghormati antara diri kita dengan orang lain. Pada sila Persatuan Indonesia, orangtua memiliki peran menanamkan kecerdasan kita untuk kejayaan bangsa, sehingga anak anak memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

Pada sila keempat, kita sudah diajarkan untuk melakukan hal-hal baik dan positif dalam kehidupan.

“Sejak lama kita ditanamkan lebih mendahulukan cara musyawarah untuk mufakat untuk mendapatkan hasil sebuah kesempatan yang bermanfaat bagi banyak pihak,” ujar Ny Putri Koster.

Sedangkan pada sila kelima, orangtua menanamkan rasa adil dalam kehidupan. Orangtua memiliki peran sebagai pendorong bagi kesuksesan anak anaknya, memiliki kewajiban untuk menanamkan rasa yang berkeadilan dan memiliki rasa sosial yang tinggi bagi lingkungannya.

Filternya harus jelas mana yang boleh ditiru dan mana yang tidak, karena kemajuan teknologi harus dikuasai dan dimanfaatkan dengan keahlian yang profesional dan jangan sampai kita dikuasai oleh kemajuan teknologi.

Sehingga tidak mampu menyaring informasi yang sesuai kaidah yang benar dan tidak percaya pada informasi yang bohong (hoax).

Jangan sampai teknologi informasi menjadi bumerang bagi keberlangsungan pertumbuhan karakter anak-anak kita. Karakter yang harus ditanamkan di dalam keluarga bagi anak anaknya adalah pendidikan berbudi luhur, etika dan sopan santun.

"Dengan berfikir, berbicara dan berperilaku yang baik akan mampu memagari diri sendiri untuk mengendalikan hal hal negatif tidak terjadi,” tegasnya.

Kepala Staf Korem 163 Wirasatya Kolonel infanteri I B Ketut Surya Widana menyebutkan sejumlah poin dalam penanaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila diantaranya Pandangan hidup dalam membina rumah tangga menjadi sumber pendidikan utama dalam penanaman karakter dan pribadi.

“Penghayatan dan pengamalan Pancasila adalah prioritas dalam kehidupan. Di mana orangtua harus menjadi teladan dan contoh yang baik bagi anak-anaknya,” terangnya.

Sedangkan penanaman pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya melalui teori saja namun harus nyata dengan dilakukannya praktik bersama di tengah lingkungan masyarakat.

Anak anak diberikan tugas masing-masing sehingga tumbuh peran serta sebagai karakter individu yang matang sejak awal.

“Contohnya masing-masing anggota keluarga memiliki tugas di rumahnya, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab terhadap sebuah kewajiban,” tegas Kepala Staf Korem 163 Wirasatya.

Program dari Korem 163 Wirasatya bagi anggotanya sudah terbentuk dan pembekalan bagi pelaksanaan dan penerapan nilai nilai Pancasila di kesatuan- kesatuan hingga Koramil dan Babinsa yang nantinya dapat di sosialisasikan di tengah masyarakat. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi