Pemkab Jember Siapkan Uji Coba Tatap Muka di Sejumlah Sekolah

Selasa, 09 Februari 2021 : 05.59
Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto/Ahmad Rizki Aulia

Jember - Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto menyatakan Aggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebagai urat nadi pembangunan diantaranya untuk mendukung sistem pendidikan yang saat ini masih pada tahapan uji coba tatap muka.

"Kita tidak terlalu memerlukan biaya yang cukup besar, karena kita melakukan uji coba tidak di seluruh sekolah di kabupaten Jember," ujarnya saat menghadiri acara Talkshow Jember Lawyers Club, Senin (8/2/2021) malam.

Menurutnya, di Kabupaten Jember tidak semua bisa dilakukan pendidikan dengan sistem tatap muka di tengah pandemi Covid-19. "Hanya beberapa kota - kota ini yang kita bikin final project dan guru yang tepat," ungkapnya.

Ia menambahkan, tentunya ditentukan konsep yang nyata tentang nantinya siapa yang mengawasi. Pihaknya sudah membuat aplikasi, jadi setiap guru dari handphonenya harus bisa memotret posisi anak-anak waktu pulang dan dikirim ke database pemerintah.

Menyinggung soal pembiayaan juga tidak terlalu berat karena anak-anak sekolah itu tidak semua masuk secara bersamaan atau semua namun dilakukan secara bertahap.

"Kalau mungkin satu kelas isi 40 orang, perkiraan kami maksimal 20 orang, secara bergantian, dan pelajaran ini tidak full. Ini kombinasi tatap muka dan daring masih berjalan, tidak boleh tatap muka semua, harus ada tatap muka dan daring," tuturnya.

Keikutsertaan orang tua itu harus menunggu anaknya disitu, maksimal 2 sampai 3 jaman dan tujuannya untuk mengantar anak-anak nya supaya ada rasa emosionalnya itu dapat.

Begitu selesai jaga, saat waktu pulang mereka langsung membawa pulang anaknya, jangan sampai stop di mall - mall, sehingga terjadi penumpukan.

Setelah sampai rumah wajib melakukan cek suhu dan cek prokes, dan dilakukan tes, begitu ada yang positif dikawal sama tim sampai rumahnya, tidak perlu di bawa kerumah sakit, cukup mandiri saja.

"Kalau rumahnya cukup, kalau rumahnya tidak memenuhi baru kita bawa kerumah sakit, dan itu kita klaster keluarga nya dimana, jadi tidak satu kampung kena," jelasnya.

Jika berjalan satu bulan seperti ini, tentunya akan diturunkan lengkap termasuk polisi, TNI, dan tentunya Apatur Sipil Negara (ASN) wajib diturunkan.

"Kita turun bersama-sama membantu guru, karena ini bukan masalah membantu guru tapi anak kita, generasi ini akan hilang berbahaya kalau kita tidak membantu mereka secara langsung," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi