Menuai Pujian, Jurus Jitu Putri Koster Bangkitkan UMKM Bali

Jumat, 12 Februari 2021 : 17.34

Denpasar - Jurus jitu yang dilakukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster dalam upaya membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menuai pujian dari pakar ekonomi yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNUD Prof Dr I Wayan Ramantha.

Hal itu dikemukakan saat keduanya menjadi narasumber pada acara TVRI bertajuk 'Apa Kabar UMKM (AKU) Bali' yang ditayangkan secara langsung, Kamis malam, (11/2/2021).

Salah satu jurus yang dinilai sangat jitu oleh Prof Ramantha adalah gencarnya Ny Putri Koster mengedukasi pada pelaku UMKM agar serius menggarap konsumen lokal di tengah pendemi yang mengakibatkan menurunnya permintaan dari mancanegara.

Tak hanya mengedukasi pelaku UMKM, untuk menggugah minat masyarakat, Ny Putri Koster juga menjadi contoh dalam penggunaan produk buatan desainer lokal yang sebelumnya lebih diminati turis asing.

Wanita yang dikenal sebagai seniman multitalenta ini kerap mengenakan busana pis bolong karya desainer Dayu Karang.

"Ketika pakaian itu dikenakan oleh seorang Ibu Gubernur, secara tidak langsung beliau sudah mempromosikan produk tersebut. Ini promosi gratis," ujarnya.

Ia menyebut, apa yang diterapkan oleh Ny Putri Koster dalam upaya membangkitkan UMKM adalah langkah yang tepat.

Selain mengedukasi masyarakat agar menggunakan produk lokal, kegiatan pameran IKM Bali Bangkit yang digagas Dekranasda Bali dinilai sebagai hal yang patut diapresasi.

Ia berpendapat, sejumlah jurus jitu yang berhasil diaplikasikan Ny Putri Koster dalam membangkitkan UMKM tak terlepas dari sosoknya sebagai seorang seniman yang paham ilmu ekonomi.

Menanggapi apa yang disampaikan Prof Ramantha, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari tanggung jawab yang diembannya sebagai Ketua Dekranasda.

"Namun jika direnungkan, di tengah keterpurukan yang dihadapi, kita sebenarnya diajak jeda dan berpikir sejenak tentang apa yang harus dilakukan dengan produk UMKM," ujarnya.

"Kita dijauhkan dari bahan kimia. Semua kain yang diproduksi berbahan dari alam," sambungnya. Satu hal lagi yang menjadi bahan perenungan di tengah pandemi adalah para pelaku UMKM diingatkan agar kembali merangkul konsumen lokal.

"Sebelumnya produk berkualitas hand made karya perajin kita lebih banyak diekspor sehingga masyarakat lokal asing dengan produk tersebut. Sekarang, ketika ekspor lesu, saatnya kita rangkul konsumen lokal. Kenalkan produk berkualitas yang biasa diekspor kepada masyarakat kita," jelasnya.

Ia lantas mencontohkan busana dengan aksesoris pis bolong karya desainer Bali yang sebelumnya diekspor ke Jerman. "Ini artinya, produk yang biasanya dibuat untuk memenuhi selera konsumen luar negeri, pas juga ketika kita kenakan," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi