Menteri Trenggono: Kolaborasi Bersama Stakeholder Kunci Keberhasilan Program KKP

Rabu, 03 Februari 2021 : 17.13
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono/KPP

Jakarta - Kolaborasi dan sinergi bersama seluruh stakeholder baik internal maupun eksternal menjadi kunci keberhasilan program-program kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan terdapat tiga program terobosan KKP hingga 2024 mendatang, selain program-program yang selama ini sudah berjalan.

"Pengawasan internal sangat dibutuhkan untuk memastikan semua program kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjalan dengan baik dan terukur," ungkapnya saat membuka Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Tahun 2021 di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (4/2/2021).

Untuk itu, tim pengawas di Inspektorat Jenderal (Itjen) KKP diharapkan melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal. Terdapat tiga program terobosan KKP hingga 2024 mendatang, selain program-program yang selama ini sudah berjalan.

Tiga program terobosan tersebut meliputi peningkatan pendapatan negara bukan pajak dari sub-sektor perikanan tangkap; pengembangan perikanan budidaya dalam negeri; dan pembangunan kampung-kampung budidaya di sejumlah daerah Indonesia.

Program terobosan ini, kata Trenggono merupakan langkah strategis KKP dalam upaya menciptakan lapangan kerja, mendorong kesejahteraan masyarakat, dan memberi pemasukan lebih banyak bagi keuangan negera dari sektor kelautan dan perikanan.

Dia berharap Itjen dapat menjadi consulting partner dalam pelaksanaan program/kegiatan strategis setiap Direktorat Jenderal di KKP.

Ditambahkan Trenggono, hal penting lain untuk mendukung keberhasilan program-program kerja KKP adalah dengan kolaborasi dan sinergi bersama semua stakeholder, baik dari internal maupun eksternal.

Langkah tersebut penting agar potensi dan sumber daya yang ada bisa diolah secara maksimal dengan tetap mengutamakan konsep keberlanjutan.

"Setiap kita harus mengambil peran mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang maju, sebagaimana tema dalam Rakerwas ini yaitu Optimalisasi Peran Itjen KKP dalam Mendukung KKP Rebound," tegasnya lagi.

Peningkatan pengawasan internal bakal membawa KKP menjadi kementerian negara yang tiap tahun memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan dari Badan Pemeriksaan Keuangan RI. Sejak tiga tahun terakhir, KKP sudah meraih predikat tersebut.

Menurutnya, peningkatan pengawasan internal yang dilakukan juga akan mencegah penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan kegiatan atau program yang sudah direncanakan.

Irjen KKP Muhammad Yusuf mengatakan siap all-out mengawal jalannya program-program kerja di KKP, baik yang strategis maupun yang rutin dilakukan.

Berbagai langkah yang dilakukan Itjen tersebut meliputi Reviu Perencanaan dan Penganggaran, termasuk didalamnya Reviu RKA-KL, Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa melalui probity audit, pemantauan PBJ, Reviu Pembayaran Pekerjaan, Pemantauan Penyelesaian Pemeliharaan, Audit Kinerja Pelaksanaan Program/Kegiatan.

Kemudian, Evaluasi Sistem Pengendalian Internal, Evaluasi PNBP, Evaluasi Penyerapan Anggaran, Pemantauan dan Evaluasi Program/Kegiatan Strategis Kelautan dan Perikanan. Peningkatan kinerja tim Itjen juga menjadi prioritasnya, termasuk menemukan inovasi-inovasi dalam setiap pengawasan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi