Menkumham Yasonna Minta Gubernur Koster Bikin Video Penenunan Songket Bali untuk Christion Dior

Senin, 08 Februari 2021 : 19.46
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly saat mengunjungi Pameran IKM Bali Bangkit di Lantai I, Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar/ist

Denpasar - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna H. Laoly meminta Gubernur Bali I Wayan Koster membuat video tentang proses aktivitas penenunan kain songket Bali untuk dikirimkan ke pemilik Rumah Mode asal Francis, Christian Dior.

Permintaan itu disampakan Yasonna setelah berdialog dengan seorang penenun tradisional asal Telaga Tawang, Sidemen, Karangasem, Kadek Winianti.

Winianti, saat itu, sedang menenun Kain Songket bermotif Bulan Kayonan di hadapan Menteri Yasonna yang tengah melihat keanekaragam motif dan warna Kain Endek Bali ke Pameran IKM Bali Bangkit di Lantai I, Gedung Ksirarnawa Taman Budaya, Denpasar, usai menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual, Jumat (5/2/2021).

Kepada Yasonna, penenun itu menjelaskan, proses penenunan Kain Songket Bali ini menghabiskan waktu sampai 3 bulan lamanya untuk kain yang berbahan songket sutra. Sedangkan pembuatan songket bisa menghabiskan waktu sampai 1 bulan.

Mendengar itu, Menteri Yosonna lantas berujar ringan kepada Gubernur Koster yang didampingi Ketua Dekranasda Bali Ni Putu Putri Suastini Koster.

"Saya harap Bapak Gubernur Koster membuat video aktivitas menenun Kain Songket Bali maupun Kain Endek Bali, kemudian memberitahukannya ke pemilik Rumah Mode asal Francis, Christian Dior, agar dia mengetahui proses terciptanya kain yang indah ini dengan memakan waktu yang sangat panjang," pinta Yasonna.

Pada bagian lain, Yasonna ikut merasa bangga atas disertifikatkannya Kekayaan Intelektual (KI) Kepemilikan Komunal berupa Ekpresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional Tenun Endek Bali yang diperjuangkan Gubernur Bali, Wayan Koster ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI.

Terlebih setelah di stand pameran, melihat langsung proses penenunan Kain Songket Bali, Menteri Yasonna semakin tergugah untuk segera menyelamatkan warisan Kekayaan Intelektual (KI) Kepemilikan Komunal berupa Ekpresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional di Nusantara.

Mengingat dalam proses penenunan untuk satu kain songket saja memakan waktu sangat lama, dengan menggunakan alat tenun tradisional.

Dia juga melihat-lihat hasil kerajinan perak di Sedana Yoga Silver, kemudian di Puspa Mega Silver, hingga membeli 2 Kain Endek Bali bermotif tulisan aksara Bali warna merah dan hitam di stand pameran Tenun Putri Ayu.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan Pameran IKM Bali Bangkit yang dibuat Dekranasda Bali merupakan program inovasi dengan tujuan untuk membangkitkan kembali perekonomian Bali selama masa pandemi Covid-19. Sehingga para Industri Kecil Menengah (IKM) di Pulau Dewata memiliki kreativitas.

Selain itu, untuk membangkitkan produksi pasar di dalam dan luar negeri serta mengembangkan produk lokal yang sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Semua itu, guna mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru khususnya dalam penguatan dan pemajuan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal, sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan," tegas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny Putri Koster mengatakan dalam Pameran IKM Bali Bangkit yang diikuti oleh 50 IKM tersebut menyajikan hasil Kerajinan asli Bali, baik Kain Tenun, Perak, Ukiran Batu, Kayu dan lainnya yang mempunyai ciri khas tersendiri dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Selama pameran berlangsung, Dekranasda Provinsi Bali melarang para peserta pameran menjual produk tiruan seperti songket bordiran dan alpaca.

"Kita ingin menonjolkan produk asli Bali yang berkualitas, jadi penuhi itu, jangan menjual produk tiruan yang menurunkan kualitas yang asli, seperti halnya kain songket Bali yang sudah kondang sebagai produk berkualitas dan mendunia, maka tidak perlu menjual kain songket bordir yang sudah pasti kualitasnya rendah.

Kalau kain songket bordir sampai beredar dalam pameran ini, maka sudah ada yang mencederai warisan leluhur Bali. Untuk itu, saya mengajak para perajin jangan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati produk seperti itu," tegas pendamping orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ida Ayu Kalpika menyebutkan Pameran IKM Bali Bangkit berlangsung dari tanggal 1 Februari – 31 Maret 2021, dengan memamerkan Perhiasan Perak dan Emas, Batu Permata, Payasan Bali, Tenun Endek dan Songket, Fashion, Produk Sepatu, Sandal, dan Tas, kemudian Produk Kerajinan Logam, Produk Kerajinan Kayu, Produk Spa dan Usada, serta kerajinan lainnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi