LPBI NU Distribusikan Bahan Pokok Makanan ke Jatim, Bali dan NTB

Selasa, 23 Februari 2021 : 00.00

Program PKMM COVID-19 didukung DFAT Australia melalui SIAP SIAGA Palladium/ist.

Jakarta - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mendistribusi paket bahan pokok makanan kepada masyarakat yang paling terdampak COVID-19 dan belum menerima bantuan dari pemerintah dan pihak lain di tiga provinsi (Jawa Timur, Bali dan NTB).

Tahun lalu (2020), LPBI NU menyalurkan bantuan kepada 10.910 keluarga di 121 RW, di 20 desa, di Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Malang, Kota Kediri, Jembrana, Buleleng dan Lombok Barat.

Pembagian paket bahan pokok makanan oleh Tim Pelaksana Lokal dan Kelompok Kerja program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi (PKMM) COVID-19 dan Adaptasi Tatanan Baru.

Program PKMM COVID-19 didukung DFAT Australia melalui SIAP SIAGA Palladium.

Bantuan paket bahan pokok makanan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme non tunai (BaNTu), dengan tahapan sebagai berikut; identifikasi dan penentuan calon penerima oleh Kelompok Kerja (Pokja) bersama pemerintah desa dan diinput ke dalam data berbasis geospasia.

Dilanjutkan penyiapan barang bantuan yang dilakukan oleh warung dan toko lokal setelah dilakukan assessment oleh Pokja berbasis daftar bahan pokok makanan yang telah ditentukan.

Distribusi bantuan dilaksanakan menggunakan mekanisme non tunai dan digital (e-voucher dan pengenalan wajah via smartphone) di warung dan toko lokal yang terpilih di masing-masing RW.

Kepala Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Ahmad Sholeh, menyatakan, program PKMM COVID-19 dan khususnya bantuan non tunai secara digital berupa sembako, sangat membantu warga Wirotaman.

Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB Sapinah, mengatakan bantuan ini sangat menolong warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Pihaknya berharap program ini bisa berlanjut karena saat pendataan warga calon penerima manfaat secara digital, aplikasi dan hasil pendataan bisa digunakan pemerintah desa dalam pemutakhiran data warga desa yang akurat.

A. Mahrus, Ketua Ranting NU Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Privinsi Bali mendukung program ini.

"Pemasangan poster, banner dan baliho tentang pencegahan penyebaran COVID-19 telah meningkatkan pemahaman warga untuk melindungi diri dan keluarganya dari COVID-19. Bantuan paket bahan pokok makanan pun sudah menyasar kelompok yang berhak menerimanya," ujarnya Senin (21/2//2021).

Program PKMM COVID-19 dilaksanakan LPBI NU sejak Juli 2020, jauh sebelum kebijakan PPKM mikro ditetapkan oleh Pemerintah saat ini. Program ini telah berhasil meningkatkan upaya pencegahan COVID-19 di level terkecil dan terbawah masyarakat, yaitu keluarga.

Dimulai upaya peningkatan pemahaman warga terkait COVID-19 melalui sosialisasi di rumah ibadah dan kampanye publik di lokasi-lokasi stategis serta dukungan fasilitas pencegahan COVID-19.

Ditambah SOP Pencegahan, SOP karantina & penyediaan fasilitas karantina di tingkat RW. Selain itu, warga paling terdampak di daerah program juga mendapatkan bantuan paket bahan pokok makanan.

Ketua LPBI NU PBNU M. Ali Yusuf, menyatakan pemberian bantuan paket bahan pokok ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak ekonomi selama COVID-19 sekaligus mengurangi risiko sosial yang berpotensi muncul akibat pandemi. Bantuan tersebut dimaksudkan untuk mengisi gap bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dan pihak lain.

Program ini diharapkan juga dapat mendukung penguatan ekonomi lokal karena benar-benar melibatkan warung dan tokol lokal.

Selain itu, pemberian bantuan ini menggunakan mekanisme Bantuan Non Tunai (BaNTu) dan digital yang selain transparan dan akuntabel juga lebih dapat menjamin terlaksananya protokol kesehatan.

Warga dengan menerapkan protokol kesehatan datang ke toko lalu didata dan mencocokkan wajah menggunakan smartphone setelah itu paket bantuan bisa dibawa pulang dengan aplikasi DuitHape.

"Bagi penerima manfaat yang berhalangan datang ke toko atau warung yang ditentukan (lansia, disabilitas, sakit, atau sedang isolasi/karantina), maka Pokja bersama pemilik toko atau warung mengantarkan langsung ke rumah mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," tutur Ali.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi