KKP Optimalkan Budidaya Rumput Laut Kultur Jaringan

Senin, 08 Februari 2021 : 15.41

Jakarta - Indonesia bagian timur memiliki potensi perikanan budidaya yang luar biasa, khususnya komoditas perikanan budidaya laut. (8/2/2021). Salah satu komoditas laut andalan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan terus ditingkatkan ialah rumput laut.

"Guna mewujudkannya, produksi rumput laut akan digenjot dengan menerapkan teknik kultur jaringan," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan peninjauan ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon.

Menurutnya, sebagai salah satu bentuk dukungan untuk menyukseskan program Lumbung Ikan Nasional, KKP akan mengidentifikasi potensi pengembangan perikanan budidaya di Maluku dan Maluku Utara serta dilakukan pembangunan kampung budidaya ikan seperti kakap, kerapu hingga budidaya rumput laut.

Kampung yang dibangun akan diproyeksikan menjadi pusat ekonomi berbasis kepada komoditas unggulan yang ada di wilayah tersebut.

“BPBL Ambon merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) yang berperan untuk melakukan pengembangan dan pendistribusian bibit rumput laut di kawasan timur Indonesia yang ke depannya akan mendapatkan tugas untuk membangun kampung rumput laut yang rencananya akan dibangun di daerah Tanimbar," sambungnya.

Selain itu akan turut dibangun juga kawasan – kawasan sentra budidaya rumput laut antara lain seperti di Maluku, Papua hingga NTT yang sepenuhnya memakai bibit rumput laut hasil dari kultur jaringan dari UPT DJPB.

Bibit rumput laut kultur jaringan merupakan teknik rekayasa perbanyakan bibit rumput laut dengan cara pengambilan jaringan dari induk rumput laut unggul untuk dilakukan pembesaran di laboratorium guna menghasilkan bibit yang berkualitas.

"Penggunaan bibit kultur jaringan pada kawasan sentra rumput laut diharapkan dapat mendongkrak produksi rumput laut nasional yang saat ini mencapai 10,5 juta ton agar dapat kita tingkatkan menjadi 12-13 juta ton pada tahun 2024," jelasnya.

Pada tahun 2020, KKP telah menyalurkan bantuan bibit rumput laut sebanyak 192 ton kepada pembudidaya di seluruh Indonesia.

Untuk tahun 2021, KKP menargetkan untuk dapat kembali mendistribusikan bantuan bibit rumput laut sebanyak 200 ton serta paket bantuan kebun bibit rumput laut sebanyak 100 paket.

Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan BPBL Ambon sebagai UPT DJPB, selain menjadi penyokong produksi perikanan budidaya nasional, UPT juga diharapkan dapat menjadi inkubator bisnis sekaligus menjadi penggerak ekonomi di wilayahnya.

Selain itu UPT juga harus menjadi pusat layanan dan penyebaran teknologi di daerah serta dapat selalu hadir di saat masyarakat memerlukan solusi sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Kita harapkan perikanan budidaya tetap menjadi andalan nasional untuk dapat meningkatkan ekspor dan pendapatan masyarakat serta menyerap tenaga kerja di Indonesia," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi