Jember Lawyers Clubs, Menggagas Sistem Pendidikan Ideal Saat Pandemi

Selasa, 09 Februari 2021 : 06.27

Jember - Talkshow Jember Lawyers Clubs (JLC) diharapkan bisa menjadi wadah bagi masyarakat Jember dalam menyampaikan gagasan dan aspirasi seperti bagaimana membangun sistem pendidikan yang ideal di tengah pandemi Covid-19.

Ketua JLC Ikhlasun Malik Fajar mengatakan, jadi kami membahas tentang permasalahan yang dialami segenap masyarakat, entah itu diwilayah sosial, politik, ekonomi dan pendidikan.

JLC yang telah bersinergi lima kali bersama Polres Jember, kali ini mengangkat tema "Pintasan Menuju Pendidikan Jember Kondusif Di Tengah Pandemi".

Sejumlah naramsuber dihadirkan yakni Bupati Jember Hendy Siswanto, Kepala Bakorwil wilayah Kabupaten Jember Lumajang, Ketua Komisi D DPRD kabupaten Jember, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jember, dan Ketua POPENA (Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan Anak) pada Senin (8/2/2021) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas atau SMA/SMK, mahasiswa, dan juga guru-guru di Kabupaten Jember.

Latar belakang diadakannya acara dialog publik seperti ini yang dikemas dengan talkshow dan "Jember Lawyers Club" karena pihaknya ingin melihat bagaimana sistem pendidikan di Kabupaten Jember.

"Kami melihat situasi pendidikan khususnya di Kabupaten Jember sendiri belum kondusif, makanya pokok-pokok bahasan kami itu bagaimana pendidikan yang ideal," ujarnya.

Ia menambahkan, bahasan pokok atau fokus tujuan kegiatan ini, untuk menyambut bonus demografi, kemudian bagaimana korelasi pendidikan dan teknologi yang berjalannya di pandemi saat ini tidak merata, serta untuk mengangkat atau memberikan solusi.

"Tujuan kami, pertama meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan di Kabupaten Jember," sambungnya.

Kemudian melalui ajang ini bisa memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana digitalisasi pendidikan yang efektif dan juga tidak hanya mahasiswa, semua elemen kepemudaan atau semua elemen yang ada di dunia pendidikan.

Kemudian target yang pertama, untuk memunculkan peningkatan pemahaman akan proses pendidikan dalam artian transformasi teknologi.

"Target keduanya, terjawabnya tantangan pendidikan guna menjawab tantangan bonus demografi, dan juga target kami yang ketiga yaitu masyarakat memahami problem solving pada persoalan yang ada di wilayah Kabupaten Jember," tutupnya. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi