Jejak Advokat Haryanto yang Sukses Damaikan Kasus Anak Gugat Orangtua

Kamis, 04 Februari 2021 : 19.32
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya Periode 2020-2023 Haryanto/Kabarnusa

Demak - Nama Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya Periode 2020-2023 Haryanto langsung meroket setelah ayah dua anak ini sukses dan menjadi pembicaraan dikalangan masyarakat luas karena berhasil menyelesaikan permasalahan pidana dan perdata antara anak dan orang tua.

Mencuatnya banyak kejadian anak menggugat orangtua, menjadi salah satu perhatian LBH Demak Raya yang berkantor di Jalan Bogorame RT 01 RW 01, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak Kota, Jawa Tengah.

Sejak bukan Nopember 2020 mencuatnya gugatan anak untuk memenjarakan ibunya atas perkara penganiayaan anak, LBH ini berupaya untuk dapat restorasi justice.

"Sehingga hukum itu tidak harus diakhiri dengan hukuman," kata Haryanto dalam perbincangan Kamis (4/2/2021).

Buah manis yang didapat dengan adanya andil Haryanto adalah proses penandatanganan berkas pencabutan laporan yang dilakukan secara resmi di ruang pertemuan Kejaksaan Negeri Demak.

Berdasar jejak rekam keberhasilan dan terselesaikan dengan baik permasalahan hukum di wilayah Demak, Haryanto diminta untuk mendampingi permasalahan hukum yang menimpa seorang ibu yang digugat oleh anaknya untuk kepemilikan hak atas mobil Fortuner dan uang sewa sebesar 200 juta di wilayah hukum Salatiga.

LBH ini mulai menapak kembali untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Setelah komunikasi dengan berbagai pihak antara lain dengan "kang Dedi " (Ketua Komisi IV DPR RI).

Kemudian, mulai membantu mengurai permasalahan anak menggugat ibunya, menurutnya tidak ada perkara yang dimenangkan atau dikalahkan antara anak dan orang tua, karena keadilan itu menurut persepsi sehingga memakai pendekatan norma-norma.

Mantan Presiden Fakultas Hukum Unissula Semarang ini memiliki komitmen menjalankan roda organisasi ke depan sesuai visi misi LBH, yakni membantu masyarakat miskin tanpa memandang suku, agama, ras dan latar belakang politik dan secara cuma cuma.

“Kami juga bertekad memperkuat paralegal. Yakni penguatan nilai-nilai LBH di masyarakat seperti, memahamkan nilai-nilai LBH terhadap organisasi bantuan hukum (OBH) dan pegangan pedoman kami adalah Peraturan - Peraturan Bantuan Hukum,” imbuhnya.

LBH Demak Raya merupakan sebuah lembaga bantuan hukum yang telah banyak dikenal masyarakat Kabupaten Demak.

Sehubungan perjuangannya membela kaum marginal yang tertindas secara struktural sehingga dipercaya dan bisa menjadi rujukan bagi para pencari keadilan, khususnya bagi warga yang tidak mampu di Kabupaten Demak atau pun Provinsi Jawa Tengah pada umumnya.

Sekretaris LBH Demak Raya, Nanang Nasir mengatakan, jika ada yang butuh bantuan atau pendampingan, warga dipersilakan datang ke kantor dengan membawa KTP, KK, SKTM (Surat keterangan Tidak Mampu), dan bukti bukti pendukung yang disyaratkan.

“Ini adalah bentuk pengabdian dan sumbangsih kami secara kelembagaan pada masyatakat Demak yang berhadapan hukum,” ucapnya. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi