IFRC Sebut Hanya 0,1 Persen Dosis Vaksin Diterima 50 Negara Termiskin

Jumat, 05 Februari 2021 : 08.40
IFRC menyayangkan, hanya 0,1 persen dari dosis vaksin tersebut yang diterima 50 negara termiskin/ist.

Jenewa - Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan mayoritas dosis vaksin COVID-19 diberikan di negara berpenghasilan tinggi (high-income countries).

Sekitar 70 persen dari dosis vaksin diterima sedikitnya di 50 negara berpenghasilan tinggi.

Jagan Chapagain, Sekretaris Jenderal IFRC menyayangkan, hanya 0,1 persen dari dosis vaksin tersebut yang diterima 50 negara termiskin. Kondisi seperti itu, sangat mengkhawatirkan karena dapat memberi dampak yang mematikan.

Tentu hal ini tidak adil karena akan memperburuk keadaan apalagi kita sedang berlomba untuk mengakhiri pandemi karena menjadi tanggung jawab kita bersama.

Kita tidak bisa memberi penanganan yang berbeda dalam pemberian vaksin di tempat yang lebih berisiko.

Distribusi vaksin COVID-19 yang adil dan menyeluruh terkait antar dan dalam negara tidak hanya merupakan kewajiban moril semata, tetapi satu-satunya jalan yang harus diambil demi menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat yang mendesak di masa kini.

"Tanpa distribusi yang merata, maka mereka yang telah mendapatkan vaksinasi tidak akan merasa aman,” ujar Jagan dalam siaran pers, Kamis 4/2/2021).

Pihaknya memperingatkan jika mayoritas populasi dunia belum divaksinasi, maka penyebaran virus COVID-19 akan berlanjut dan bermutasi. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya strain virus yang kebal terhadap vaksin dan mampu menginfeksi populasi yang telah mendapatkan vaksinasi.

Guna mendukung distribusi vaksinasi secara menyeluruh, IFRC mengumumkan rencana senilai 100 juta CHF (franc Swiss) untuk pemberian vaksinasi ke 500 juta orang agar mampu melawan COVID-19.

Rencana IFRC ini akan mendukung upaya vaksinasi di tingkat nasional dalam fase perencanaan dan implementasi serta meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin, memangkas informasi tidak benar terkait efikasi vaksin – sebuah intervensi yang penting dilakukan karena tingkat keraguan dunia terhadap penggunaan vaksin yang semakin meningkat.

Peran relawan anggota Palang Merah dan Bulan Sabit Merah akan membantu menjangkau komunitas serta individu yang menghadapi kesulitan ekonomi dan sosial atau berlokasi di tempat yang sulit dijangkau.

Lalu, peran staf teknis di berbagai negara akan membantu proses distribusi vaksin langsung kepada kelompok berisiko dan rentan.

Sekitar 66 anggota Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah ikut serta dalam kampanye vaksin ini serta lainnya yang sedang berdiskusi dengan pemerintah akan menyusul.

“Keadilan tidak terjadi begitu saja. Sejarah dunia telah membuktikan hal tersebut kepada kita. Hal ini tentunya sama dengan distribusi vaksin. Perencanaan yang matang sejak awal sangatlah diperlukan.

Rencana kita akan membantu agar vaksin dapat menjangkau semua masyarakat, termasuk kelompok berisiko dan rentan,” tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi