Gubernur Bali Izinkan Aset Lahan Pemprov untuk Padepokan Kertha Wisesa

Rabu, 03 Februari 2021 : 21.26
Koster menyampaikan kesanggupan pemberian bantuan tersebut saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Bali/ist

Denpasar - Gubernur Bali, Wayan Koster siap membantu permohonan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa untuk memanfaatkan aset lahan Pemprov Bali seluas 16 are di Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung untuk dijadikan padepokan untuk latihan pencak silat.

Koster menyampaikan kesanggupan pemberian bantuan tersebut saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/2/2021).

Ketua DPP Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa, I Ketut Widiana Karya didampingi Ketua DPD PPS Kertha Wisesa Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Widiada mengungkapkan tujuan PPS Kertha Wisesa memohon Aset Lahan Pemprov Bali, untuk dijadikan bangunan pedepokan, sebagai pusat latihan pencak silat di Pulau Bali.

Koster, pada prinsipnya setuju Aset Lahan ini digunakan sebagai Pusat Latihan Pencak Silat.

Widiana menyampaikan permohonan kepada Gubernur Koster yang juga merupakan Penasehat DPD PPS Kertha Wisesa Provinsi Bali, agar pada tanggal 19 Februari 2021 mendatang berkenan hadir dalam acara penobatan Penasehat dan Penganugerahan Sabuk untuk beberapa pendekar.

Pihaknya melaporkan kepada gubernur, bahwa PPS Kertha Wisesa memiliki 2 DPD yakni DPD Bali dan DPD Sulawesi Tenggara dengan jumlah DPC sebanyak 9 di Bali, dan 1 DPC di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tenggara.

Untuk pengurus ranting berjumlah 65 yang tersebar di Indonesia. Selain itu, untuk jumlah atlet pencak silat yang berada di Bali mencapai 5.160 orang, sedangkan di Sulawesi Tenggara jumlah atletnya 624 orang, dan 1 orang atlet PPS Kertha Wisesa, Kadek Adi Budiasta sedang mengikuti Pelatnas di TMII Jakarta untuk persiapan Sea Games di Vietnam 2021.

Saat audiensi turut hadir Dewan Guru, Drs. I Made Arka, Wakil Ketua, I Putu Ari Purnawan, dan Sekretaris Umum, I Nyoman Alit Suartana.

Mendengar hal itu, Gubernur Koster menyatakan terkait dengan adanya rencana Penobatan Penasehat dan Penganugerahan Sabuk untuk beberapa pendekar ini, sejatinya bisa dilaksanakan.

Namun harus menerapkan Protokol Kesehatan, dan jumlah peserta yang hadir harus dibatasi sebanyak 30 orang.

Dia mengapresiasi atas keberadaan PPS Kertha Wisesa yang sudah mampu mencetak atlet nasional, untuk itu Pencak Silat ini harus dijaga dan dikembangkan, karena merupakan warisan budaya dari leluhur.

Hal itu sangat sejalan visi Pemerintah Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dengan menata pembangunan secara fundamental dan komprehensif berdasarkan adat, tradisi, seni serta budaya untuk menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Bali.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi