Dewan Pertanyakan Izin RS Siloam Cito Surabaya

Jumat, 19 Februari 2021 : 00.00
ilustrasi

Surabaya - Komisi A DPRD Surabaya mempertanyakan keberadaan atau izin Rumah Sakit (RS) Siloam di kawasan Mal Cito Surabaya. Hal itu dilakukan setelah dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) kedua kalinya, pada Kamis (18/2/2021).

Sama halnya sidak yang pertama kali, Komisi A masih menyoroti perihal perizinan dari RS Siloam ke dinas-dinas terkait. Sekretaris Komisi A, Budi Leksono saat sidak tadi diketahui RS Siloam belum mengantongi izin dari dinas-dinas terkait.

"Ketika melanggar, tidak ada izinnya. Yang jelas RS Siloam belum mengantongi izin dan peruntukan izin sebelumnya masih menggunakan yang lama tidak ada perubahan," ujar politisi PDIP itu setelah sidak.

Secara ideal pembangunan gedung harus melalui mekanisme yang benar secara hukum. Mulai dari perizinan dan dilanjutkan aktivitas pembangunan. Dewan melihat aktivitas pembangunan sudah berjalan sementara pengurusan izin belakangan.

Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Hariyanto yang memastikan, pihak Dinkes Surabaya belum menerima permohonan izin operasional dari pihak Siloam terkait pendirian RS Darurat Covid-19.

"Intinya sampai sekarang belum ada izin sama sekali dari pihak Siloam. Dan, Dinas Kesehatan Kota Surabaya belum mengeluarkan surat apapun," sebut Hariyanto saat sidak.

Head of Public Relations Siloam Hospitals Group, Danang Kemayan Jati menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan izin terkait keberadaan RS Siloam Cito ke Dinkes Surabaya.

"Tidak mungkin kita tidak menyertakan izin. Karena kita sudah mempunyai banyak jaringan rumah sakit. Ini rumah sakit yang ke 40. Apalagi ini berkaitan dengan nyawa manusia," ungkap Danang.

Dia mengaku, sudah menyerahkan semua dokumen perizinan RS Siloam Cito. Begitu juga tentang kualitas udara yang dikeluarkan dari RS Siloam tersebut diakuinya sangat baik.

"Semua dokumen perizinan, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan lain sebagainya sudah kita serahkan. Kalau memang ada yang kurang kita lengkapi," jelasnya.

Diketahui, keberadaan RS Siloam Cito ini ditujukan sebagai rumah sakit rujukan khusus Covid-19. Namun, hingga kini masih mendapat penolakan dari warga, tenant dan penghuni di kawasan Mal Cito Surabaya. (man)

Bagikan Artikel

Rekomendasi