Bali Terkenal Unsur Niskala, Gubernur Koster: Saya Jamin Tidak Ada yang Menyamai

Senin, 15 Februari 2021 : 23.44
Gubernur Koster saat Pembukaan Mahasabha IV Maha Warga Bujangga Waisnawa, bertempat di Gedung Nari Graha, Renon/ist

Denpasar – Pulau Bali dikenal sampai mancanegara karena ada unsur niskala atau supranatural karena itu kekuatan dimiliki Bali tidak ada yang menyamai di daerah lainnya bahkan di dunia.

“Unsur niskala juga yang membedakan Bali dengan daerah lainnya, Bali menjadi terkenal dan mempunyai aura yang sangat kuat karena unsur niskala ini, saya berani jamin tidak ada yang menyamai bahkan di dunia ini,” tegas Gubernur Koster saat Pembukaan Mahasabha IV Maha Warga Bujangga Waisnawa, bertempat di Gedung Nari Graha, Renon Denpasar, Minggu (14/2/2021).

Koster mengatakan, kehadiran organisasi pasemetonan sebagai bagian dari krama Bali mem punyai peranan sangat penting dalam keberlangsungan adat dan budaya.

“(Pesemetonan, red) ini menunjukkan satu cara untuk membangun kebersamaan, serta menunjukkan rasa bhakti kepada leluhur atau kawitannya,” kata Gubernur Koster.

Dalam acara digelar secara daring dan luring itu, Gubernur Koster mengingatkan bahwa tata cara kehidupan masyarakat Bali yang mengakar kuat pada adat serta budaya mesti selalu ingat dan bhakti kepada kawitan.

Hal itu menurutnya harus terus terpelihara dengan baik. “Jika sampai lupa, bisa berat akibatnya. Itu melanggar bhisama,” tegas pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini.

Koster berharap pasemetonan dapat memperkuat diri serta meningkatkan kebersamaan.

“Untuk itu harus terus dijaga soliditasnya, membangun terus semangat persatuan dalam diri, dan lebih lanjut turut berpartisipasi aktif menjalankan, mendukung kebijakan pemerintah daerah,” ajaknya.

Sebagai krama Bali punya kewajiban seperti itu, agar bisa membangun daerah bersama-sama.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menyebut pembangunan yang baik harus melibatkan semua komponen masyarakat, seluruh krama Bali apapun pasemeton-nya.

“Untuk itu, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, menjadi arah besar bagi pembangunan Bali saat ini,” ujarnya.

Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali ini sesungguhnya dijabarkan Gubernur merupakan visi yang disusun dengan berakar pada nilai-nilai dan kearifan lokal masyarakat Bali.

Dijelaskannya pula bahwa Bali tak hanya punya sisi sekala atau fisik, namun diwariskan mengandung unsur niskala.

Ketua Panitia Mahasabha IV MWBW, Guru I Nyoman Cakra menyampaikan, sesuai dengan peraturan pemerintah di masa pandemi Covid-19, kegiatan mahasabha diikuti oleh peserta secara terbatas.

Peserta hadir pengurus inti moncol kabupaten/kota ditambah pengurus moncol pusat dan panitia.

“Sementara pengurus moncol dari luar Bali, seperti Jawa, Sumatera hingga Sulawesi serta semeton lainnya dipersilakan mengikuti jalannya mahasabha melalui zoom meeting,” jelasnya.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi