Satgas Bubarkan Kelompok Pemuda Diduga Hendak Pesta Miras di Denpasar

Selasa, 12 Januari 2021 : 14.55
Pada hari pertama ditemukan 7 orang yang melanggar PPKM, yakni berkumpul dan di duga pesta minum minuman keras serta tanpa mengenakan masker. Sedangkan semua pelaku usaha telah mengikuti himbauan pemerintah terkait jam buka malam/ist.

Denpasar - Aparat Satgas Desa Peguyangan Kangin Denpasar membubarkan kelompok pemuda yang diduga hendak pesta miras saat pandemi Covid-19.

Langkah tegas itu, guna memutus rantai penularan Covid-19, atas arahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Satgas Desa Peguyangan Kangin melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai Senin (11/1/2021).

Pada hari pertama ditemukan 7 orang yang melanggar PPKM, yakni berkumpul dan di duga pesta minum minuman keras serta tanpa mengenakan masker. Sedangkan semua pelaku usaha telah mengikuti himbauan pemerintah terkait jam buka malam.

"Di hari pertama PPKM kami amankan 7 orang yang dilaporkan masyarakat sekitar sedang kumpul-kumpul dan diduga pesta miras. Langsung kami bubarkan dan diberikan pembinaan,"ujar Perbekel Desa Peguyangan Kangin, Wayan Susila saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2021).

Pelaksanaan PPKM di Desa Peguyangan Kangin dilakukan mengingat penularan Covid-19 telah terjadi pada transmisi lokal. Selain itu, pelaksanaan ini dilakukan sesuai dengan atas arahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Dempasar dengan melaksanakan PPKM daerah Jawa-Bali.

“Semoga dengan PPKM ini bisa menambah pemahaman masyarakat semua bagaimana pentingnya menjaga kesehatan dan pentingnya protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 di Desa Peguyangan Kangin, pihaknya telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat penduduk permanen maupun non permanen untuk bersama-sama memutus mata rantai Covid -19, diantaranya dengan selalu menggunakan masker.

Masyarakat agar berperilaku hidup bersih, tidak boleh mengadakan acara yang melibatkan banyak orang, tetap menjaga jarak dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Bagi para pedagang selama PPKM pihaknya juga memberikan imbauan untuk mengikuti protokol kesehatan yakni dengan menyediakan tempat cuci tangan dan menyediakan sanitaizer terutama di toko mini market maupun swalayan yang ada di Desa Peguyangan Kangin.

Pihaknya juga secara rutin melakukan pendataan dan monitoring kepada penghuni rumah kos, penginapan dan masyarakat permanen maupun non permanen agar mematuhi protokol kesehatan.

"Sampai tanggal 25 Januari mendatang kami akan terus melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan pelaksanaan PPKM berjalan dengan baik," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi