Presiden Jokowi Bertemu KAHMI, Nilai Keislaman dan Kebangsaan Jangan Diperhadapkan

Rabu, 13 Januari 2021 : 21.59
Menjelang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang tinggal beberapa hari, Presidium Majelis Nasional KAHMI Bersilaturahim dengan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara/ist

Jakarta - Presiden Jokowi dan Majelis Nasional KAHMI memiliki satu pandangan bahwa nilai keislaman dan kebangsaan tidak boleh diposisikan berhadap-hadapan, berlawanan, atau saling menegasi.

Menjelang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang tinggal beberapa hari, Presidium Majelis Nasional KAHMI Bersilaturahim dengan Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (12/1/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Presidium Viva Yoga Mauladi, Presidium yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Presidium dan juga anggota DPR RI Herman Khoeron.

Nampak pula Manimbang Kaharyadi sekretaris jenderal, Hadi Purnomo selaku pengurus atau panitia Rakornas. Presiden Joko Widodo didampingi Menteri sekretaris negara Pratikno dan Menkopolhukam dan sekaligus mantan presidium KAHMI Mahfud MD menyambut rombongan KAHMI.

Majelis Nasional KAHMI menyampaikan dukungan terhadap kerja dan program pemerintah dalam memberantas pandemi Covid-19 dan berharap akselerasi pertumbuhan perekonomian nasional dapat berjalan secara simultan dan sinergis.

Selain itu, faktor kesehatan dan ekonomi tidak boleh diposisikan secara diametral tetapi harus bergerak beriringan.

Presiden Jokowi menyatakan (13/1) pagi akan disuntik dengan vaksin Sinovac sebagai tanda bahwa program vaksinasi nasional diselenggarakan di seluruh Indonesia untuk memberantas pandemi Covid 19.

Presiden berharap agar program vaksinasi dapat berjalan tertib, lancar, tepat sasaran, tepat waktu, agar masyarakat Indonesia memiliki antibodi yang tinggi sehingga menjadi sehat dan kuat.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi dan Majelis Nasional KAHMI satu pandangan bahwa nilai keislaman dan kebangsaan tidak boleh diposisikan berhadap-hadapan, berlawanan, atau saling menegasi.

Tetapi terintegrasi, terkonvergensi menjadi nilai keislaman-keindonesiaan yang inklusif, modern, pluralis, dan toleran.

Sejak proklamasi 17 Agustus 1945 telah disepakati oleh founding father’s bahwa Indonesia adalah negara nasional yang berbentuk republik dan menganut sistem pemerintahan demokrasi.

Seluruh yang hadir sepaham bahwa hal tersebut telah menjadi landasan, haluan, dan panduan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Harus kita jaga dan dirawat dengan baik dalam mengarungi perjalanan bangsa ke depan.

Di sesi ahir diskusi, Presiden Jokowi juga menyampaikan kesiapannya untuk hadir dan memberikan sambutan di acara Pembukaan Rakornas KAHMI pada tanggal 15 Januari 2021 di Bogor, Jawa Barat. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi