Polisi Dalami Aksi Penjemputan Paksa Jenasah Covid-19 di Probolinggo

Selasa, 19 Januari 2021 : 23.30
Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur/Kabarnusa

Probolinggo - Kepolisian terus mendalami aksi ratusan warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo Jawa Timur saat mengambil paksa jenasah positif Covid-19 di Rumah Sakit Waluyo Jati pada Minggu (17 /1/2021 malam.

Diketahui, pada pukul 22 .00 WIB, warga juga merusak sejumlah fasilitas Rumah Sakit seperti kaca jendela dan pintu. Humas RSUD Waluyo Jati Sugianto membenarkan kejadian tersebut.

"Rumah Sakit Waluyo Jati, punya SOP. seharusnya masyarakat tahu tentang peraturan yang ada di rumah sakit Waluyo Jati, keluar masuknya pasien," ungkapnya kepada wartawan.

Ia melanjutan, seandainya masyarakat mengetahui tentang SOP-nya tidak akan terjadi kejadian seperti itu.

Menurut Anwar, salah satu saksi mata pengambilan paksa jenazah Covid-19 yang juga sudah beredar di video amatir, salah satu warga yang mengikuti kejadian ini adalah warga Kalibuntu.

Saat itu, warga masuk mencari keberadaan jenazah pasien atas nama R (47). Diketahui, pasien (R) masuk rumah sakit pada hari Kamis 14 Januari lalu.

Pasien tersebut meninggal dunia pada 17 Januari dan dinyatakan positif tarpapar covid-19. Hanya saja, pihak keluarga menolak jenazah R ditangani menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Aksi warga saat penjemputan paksa jenasah Covid-19 seperti beredar di video amatir

Polres Probolinggo telah memeriksa 9 saksi, kasus pengambilan paksa jenazah Covid 19 yang disertai perusakan. Kasus perusakan dan ambil paksa jenazah Covid-19, sudah dilakukan penyelidikan dan melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

"Jika nama-nama terduga pelaku muncul maka akan kami tetapkan dan statusnya sebagai tersangka total ada 9 saksi diperiksa," ujar Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Diantara saksi yang diperiksa dari tenaga kesehatan dan saksi kejadian yang ada di lokasi Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan. Rencananya tracing akan dilakukan dan sudah dikoordinasikan dengan pihak perangkat desa dan petugas covid-19.

Untuk keluarga penjemputan paksa Covid-19, Kapolres Ferdy menghimbau warga tidak melakukan perbuatan melawan hukum atau mematuhi aturan pemerintah soal protokol kesehatan agar wabah virus corona segera selesai. (ron)

Bagikan Artikel

Rekomendasi