Pemanfaatan Laut dan Pesisir sebagai Destinasi Wisata Bahari Dibarengi Regulasi Ketat

Jumat, 08 Januari 2021 : 07.45
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengaku siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dipimpin oleh Sandiaga Uno, dalam upaya membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, khususnya bidang wisata bahari, yang terpuruk imbas pandemi Covid-19/ist

Denpasar - Pemanfaatan kawasan laut maupun pesisir sebagai destinasi wisata bahari harus dibarengi dengan regulasi dan pengawasan ketat supaya ekosistem dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengaku siap berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dipimpin oleh Sandiaga Uno, dalam upaya membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, khususnya bidang wisata bahari, yang terpuruk imbas pandemi Covid-19.

"Saya senang dengan tagline Menteri Pariwisata, Bangga Wisata Indonesia. Kami punya potensi khususnya sektor wisata bahari," kata Menteri Trenggono dalam keterangan resmi Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Kamis (7/1/2021).

Dukungan ini sebelumnya disampaikan Menteri Trenggono dalam rapat koordinasi virtual Bangga Berwisata di Indonesia yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan. Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah menteri termasuk Menteri Sandiaga Uno.

Menteri Trenggono menjelaskan, hasil survey tim KKP di lapangan sebenarnya banyak spot wisata bahari belum tereksplorasi padahal punya keunikan tersendiri yang berpotensi menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selain keunikan dan keindahan di bawah laut, ada juga kawasan pesisir dan hutan mangrove yang memiliki potensi serupa.

"Salah satunya ada taman nasional perairan bawah laut Sawu, taman wisata perairan pulau Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan, dan seterusnya sampai Laut Banda. ada juga namanya potensi wisata paus. Kemudian juga di Labuan Jambu (Sumbawa), Gorontalo, dan Probolinggo. Ini wisata bawah laut," jelasnya.

Namun menurutnya, pemanfaatan kawasan laut maupun pesisir sebagai destinasi wisata bahari harus dibarengi dengan regulasi dan pengawasan ketat supaya ekosistem dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Seluruh potensi ini yang mana yang paling bagus dan Kemenpar bisa menentukan.

"Kami siap bekerja sama dan mendukung di wilayah-wilayah itu untuk kemudian kita jaga, kita regulasi bahwa wilaah itu tidak boleh dilakukan kegiatan lain selain untuk kepentingan pariwisata,” terangnya.

Menteri Sandiaga Uno menyambut baik dukungan dari KKP untuk bangkitnya sektor pariwisata Indonesia. Selain itu, dia mengusulkan agar kapal-kapal sitaan hasil operasi illegal-fishing dapat mendukung bergeraknya pariwisata bahari Indonesia.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi