Ombudsman Minta BB POM Semarang Pastikan Pelayanan Vaksinasi Hingga Pengelolaan Limbahnya

Jumat, 15 Januari 2021 : 08.08
Ombudsman Minta BB POM Semarang Pastikan Pelayanan Vaksinasi Hingga Pengelolaan Limbahnya
Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah Siti Farida (kanna) dalam kunjungan diterima Kepala Balai Besar POM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, Kamis (14/1/2021) /ist

Semarang - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah meminta Balai Besar POM Semarang mengawasi rantai penyelenggaraan pelayanan vaksinasi mulai kualitas atau mutu vaksin yang distribusikan ke masyarakat hingga pengelolaan limbah vaksin Covid-19.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah Siti Farida beserta tim dari Keasistenan Pencegahan Maladminstrasi mendatangi Balai Besar POM Semarang untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan vaksinasi di wilayah Jawa Tengah telah terselenggara dengan baik, Kamis (14/1/2021).

Diketahui, pada 5 Oktober 2020 Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 telah menetapkan pengaturan terkait pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi.

Hal ini, dilakukan dalam rangka penanggulangan wabah/pandemi Covid-19 serta memberikan kepastian terkait pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Dalam pertemuan dengan Balai Besar POM Semarang, Farida menekankan pentingnya peran pengawasan Balai Besar POM Semarang dalam penyelenggaraan pelayanan vaksinasi.

Antara lain, memastikan mutu/kualitas vaksin yang diterima hingga saat didistribusikan kepada masing-masing daerah tetap terjaga dengan baik.

Di samping itu, Farida juga menekankan bahwa fungsi pengawasan Balai Besar POM Semarang tidak hanya sampai pada persoalan pendistribusian vaksin. Akan tetapi, juga pada tahapan lanjutan meliputi pendataan maupun pengelolaan limbah vaksin.

Kata Farida, dengan kewenangan strategis dalam penyelenggaraan vaksinasi, BP POM Semarang bisa melakukan pengawasan tidak hanya soal mutu/kualitas pada saat pendistribusian vaksin.

Akan tetapi, juga pada tahapan pendataan maupun pengelolaan limbah vaksin.

BPPOM harus mampu melakukan pengawasan secara progresif pada mitra kerja lainnya, yakni Dinas Kesehatan maupun Kepala Daerah Se-Jawa Tengah.

Termasuk bagaimana Balai Besar POM Semarang melakukan antisipasi serta klasifikasi terhadap mutu/kualitas vaksin di lapangan. Apabila, dalam penyimpanan di daerah mengalami penuruan mutu/kualitas. Maka, bagaimana langkah strategis yang dilakukan Balai Besar POM,” ujar Farida.

Kepala Balai Besar POM Semarang, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyampaikan, Balai Besar POM Semarang telah melakukan serangkaian pengawasan terhadap penyelenggaraan vaksinasi di Jawa Tengah.

Disebutkan, terdapat 62.560 vaksin yang telah diuji mutu/kualitasnya dan telah distribusikan di 3 wilayah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kota Surakarta.

"Kami berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara progresif sebagaimana arahan dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah," ucap Aryapatni. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi