Masih Menjadi Zona Merah Covid-19, Tabanan Terapkan PPKM

Senin, 11 Januari 2021 : 15.53
Sekda Tabanan I Gede Susila saat Memimpin Apel Siaga Penerpan PPKM

Tabanan - Sampai saat ini kondisi di Kabupaten Tabanan dalam masa pandemi Covid-19 ini masih dalam zona merah karena penyebarannya tidak terkendali sehingga perlu diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila mengemukakan hal itu saat memimpin Apel Siaga terkait penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kabupaten Tabanan, di halaman depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (11/1/2021) pagi.

Sekda I Gede Susila juga mengungkapkan, selain Kabupaten Tabanan beberapa Kabupaten di Bali yang juga mempunyai status yang sama sehingga Pemprov Bali ditetapkan sebagai daerah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Oleh karena itu Pemerintah, termasuk Pemprov Bali ditetapkan sebagai daerah PSBB, yakni untuk Kabupaten Badung dan Denpasar. Kita sebagai daerah penyangga Kabupaten tersebut, dan juga sebagai daerah zona merah juga diharuskan menerapkan PSBB tersebut,” ujarnya.

Daerah yang menerapkan PSBB di Provinsi Bali, yakni Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, serta daerah penyangga daerah tersebut, termasuk Tabanan. Namun penerapan PSBB di daerah tersebut disebut dengan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Menurut Sekda Susila, hal tersebut merujuk pada Intruksi Mendagri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, Pergub Bali Nomer 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Perbup Nomer 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan penegakan hukum Prokes sebagai Upaya Pencegahan dan pengendalian Covid-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Lebih lanjut, Sekda Susila meyakini, dengan ditetapkannya PPKM ini memberikan suatu langkah-langkah yang terukur dalam rangka menegakan disiplin penanganan Covid-19 ini.

“Sebelumnya kita hanya memberikan himbauan dan sosialisasi, namun mulai hari ini, tindakan kita harus lebih tegas dan terukur,” imbuhnya.

Ditegaskan, ke depannya setiap kegiatan yang melanggar ketentuan yang telah ditetapkan maka akan ditindak tegas dan berujung ke tindakan hukum. “Dengan demikian, bahwa masyarakat kita menyadari akan pentingnya disiplin dalam pengendalian Covid-19 ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan, Pemkab Tabanan juga akan terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir penyebaran virus ini sesuai dengan Inmendagri, Pergub dan Perbup.

Pihaknya juga mengaku telah menyampaikan hal tersebut di lingkungan masyarakat melalui Bendesa Adat, Majelis Alit, Camat, untuk selalu melakukan sosialisasi dan pemantauan di masyarakat.

Turut hadir dalam Apel tersebut, perwakilan Forkopimda Tabanan, para Asisten dan beberapa OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, serta beberapa peserta apel dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dishub dan unsur Kecamatan. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi