Kenaikan Tarif Tarif Tol Saat Pandemi Bisa Picu Pelemahan Ekonomi

Selasa, 19 Januari 2021 : 17.07
dok/Kabarnusa

Jakarta - Rencana kenaikan tarif 9 (sembilan) ruas tol oleh Jasa Marga dikhawatirkan malah bisa memicu pelemahan ekonomi saat pandemi, yang kini belum pulih.

Karena itu, seharusnya kenaikan tarif bisa ditunda sembari menunggu pemulihan ekonomi akibat hantaman pandemi Covid-19.

"Pemerintah dan operator tol tidak bisa serta merta beralasan bahwa kenaikan tarif tol sudah diatur dalam regulasi," tukas Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Selasa (19/1/2021).

Dalam kondisi normal alasan seperti itu memang cukup absah, tetapi dalam kondisi pandemi seperti ini pemerintah dan operator fol bisa melakukan relaksasi terhadap kenaikan tarif.

Terlebih jika kenaikan itu dilakukan pada jenis kendaraan logistik dan angkutan umum. Kenaikan tarif tol untuk angkutan logistik, bisa berdampak terhadap kenaikan harga barang pada kalangan end user.

Dia melanjutkan, kenaikan seharusnya diimbangi dengan kenaikan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, yang audited oleh lembaga independen. Selama ini kemampuan operator jalan tol dalam memenuhi SPM hanyalah klaim sepihak saja.

Tulus menegaskan, tanpa pemenuhan SPM yang handal, maka kenaikan tarif tol tidak bisa dilakukan oleh pemerintah dan operator tol. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi