Diterjang Gelombang Besar, Dua Nelayan Tabanan Nyaris Tenggelam

Jumat, 22 Januari 2021 : 21.33
Nelayan Tabanan yang nyaris tenggelam dihantam gelombang besar mendapat pertolongan dari rekannya sesama nelayan

Tabanan - Dua nelayan masing-masing I Ketut Winata bersama anaknya I Putu Angga Winata dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Sringanti, Banjar Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali, nyaris tenggelam setelah jukung (perahu) yang ditumpanginya diterjang gelombang besar di laut Pasut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jum'at (22/1/2021).

Untung saja, saat kejadian ada nelayan dari Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan yang berada di sekitar TKP yang langsung merapat dan menolongnya dengan memberikan jaket pelampung kepada dua nelayan tersebut.

Setelah mengenakan jaket, kedua nelayan tersebut lantas meninggalkan jukungnya yang terndem air laut untuk bergabung dengan jukung nelayan penolongnya.

I Ketut Arsana Yasa, nelayan Tibubiu yang menolong korban mengemukakan, gelombang besar tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 di laut selatan sekitar 600 meter dari Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kerambitan.

"Saat hujan reda sekitar jam 08.30 cuacanya bagus, sehingga banyak nelayan di Tabanan yang melaut. Saya juga melaut di sekitaran Pantai Pasut," kata Ketut Arsana Yasa yang juga Ketua DPC HNSI Tabanan ini.

Saat berada di laut, tiba-tiba mendung tebal datang, isyarat terjadinya hujan yang biasanya disertai dengan angin kencang. Benar saja, sekitar jam 10.00 terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang mengakibatkan gelombang laut tinggi dan besar.

"Jukung korban yang dinaiki dua nelayan kebetulan sedang angkat jaring diterjang gelombang tinggi dan dipenuhi dengan air," katanya.

Melihat hal itu, kami para nelayan yang berada di dekat lokasi segera merapat dan melakukan pertolongan untuk menolong kedua korban yang tidak mengenakan jaket pelampung dengan memberinya jaket pelampung yang kami bawa dan tali untuk mengikat jukung agar tidak hanyut dibawa arus laut.

Kedua nelayan yang terdiri dari bapak dan anak tersebut, akhirnya bergabung dengan jukung nelayan yang mengantarnya pulang. Sementara jukung korban meski sudah diikat dengan tali, ternyata tetap hanyut terbawa arus laut.

Terkait kejadian tersebut, Kepala Bidang yang membidangi Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan I Made Bogorada membenarkan peristiwa kejadian tersebut.

"Kedua nelayan selamat. Jukungnya mengalami kerusakan katihnya patah. Jukung korban sempat terbawa arus laut dan terdampar di Pantai Tampih Kanginan, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri sekitar pukul 21.00 malam. Jukung sudah diamankan nelayan setempat," terangnya. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi