Denpasar Tertinggi di Bali dalam Penyaluran KUR-UMi Capai Rp 969,84 Miliar

Selasa, 19 Januari 2021 : 09.14
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto saat paparan dalam Coffe Morning dan Media Meeting/Kabarnusa

Denpasar - Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR-UMi atau Ultra Mikro dibanding kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali tercatat sebesar Rp 969,84 miliar.

Untuk total penyaluran KUR dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Bali pada 2020 mencapai Rp 5,63 triliun lebih.

"Semua tersalurkan kepada 129.848 debitur," ungkap Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Tri Budhianto dalam Coffe Morning dan Media Meeting Senin (19/1/2021).

Dikatakan saat pandemi Covid-19, rupanya tidak mengurangi minat UMKM untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk penyaluran KUR-UMi pada 2020 meningkat dibandingkan dengan penyaluran KUR-UMi pada 2019 yang sebesar Rp5,1 triliun,” kata Tri.

Perkembangan penyaluran KUR pada 2020 sempat mengalami penurunan sejak Maret-Mei, namun meningkat kembali mulai Juni. Hal ini menunjukkan kebijakan relaksasi memberikan minat masyarakat untuk kembali mengajukan kredit.

Penyaluran KUR-UMi yang mencapai Rp 5,63 triliun lebih disalurkan melalui BRI sebanyak 111.607 debitur, BPD Bali (4.759 debitur), Mandiri (4.485 debitur), BNI (1.386 debitur), Mandiri Taspen (1.307 debitur), dan melalui penyalur lainnya sebanyak 6.304 debitur.

Sedangkan penyaluran KUR-UMi untuk setiap kabupaten/kota terbanyak di Kota Denpasar (Rp 969,84 miliar), Kabupaten Badung (Rp 705,97 miliar), Kabupaten Bangli (Rp 454,61 miliar), Kabupaten Buleleng (Rp 761,28 miliar), Kabupaten Gianyar (Rp 721,19 miliar).

Untuk Kabupaten Jembrana (Rp 493,77 miliar), Kabupaten Karangasem (Rp 495,06 miliar), Kabupaten Klungkung (Rp 315,72 miliar) dan Kabupaten Tabanan (Rp 716,59 miliar).

Lima besar sektor yang menerima KUR terbanyak yakni dari sektor perdagangan besar dan eceran (35,4 persen), pertanian, perburuan dan kehutanan (20,5 persen), dan industri pengolahan (18,3 persen). Untuk penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum (12,4 persen), dan jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya sebesar Rp9,5 persen.

Tri menegaskan, Bali sudah memenuhi target penyaluran sektor produksi (60 persen) dan non-produksi (40 persen). Perkembangan penyaluran KUR dari 2017 hingga 2020 di Bali untuk sektor produksi terus mengalami peningkatan.

Turut hadir dalam paparan Tri, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Provinsi Bali Goro Ekanto, Keolaa Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Provinsi Bali dan Nusra Anugerah Koswara, Kasi Pemerintahan dan Pengolahan Data Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Provinsi Bali Irwan Riyadi. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi