Ashoka Membangun Generasi Muda Indonesia Menjadi Pemimpin Pembaharuan

Senin, 25 Januari 2021 : 22.20

Denpasar - Ashoka membangun gerakan Everyone a Changemaker bersama anak-anak muda ini dan mitra-mitra strategis yang berkomitmen menyalakan kepemimpinan anak muda di seluruh Indonesia.

12 kandidat Ashoka Young Changemaker dari 10 propinsi di Indonesia menunjukkan bahwa di usia belia (12-20 tahun), remaja-remaja Indonesia dapat mengidentifikasi masalah, membangun tim untuk bersama-sama menciptakan solusi dan menggulirkan pembaharuan yang berdampak bagi banyak anak-anak muda lain, baik di sekitar mereka maupun di level nasional.

Para kandidat Ashoka Young Changemaker akan mencapai tahap final wawancara panel pada tanggal 22-23 Januari 2021 secara daring.

Sebagai bagian dari gerakan Everyone a Changemaker yang dibangun Ashoka di Indonesia, Ashoka Young Changemaker diajak untuk mendesain bersama gerakan yang akan menumbuhkan inisiatif-inisiatif anak muda di seluruh Indonesia.

Ashoka yang didirikan Bill Drayton, pionir gerakan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) telah mendukung dan berinvestasi di lebih dari 3,800 wirausahawan sosial dari 93 negara di dunia yang tergabung sebagai Ashoka Fellows.

Di antaranya, 200 wirausahawan sosial di Indonesia. Belajar daari para visioner pencetus gerakan dan inovasi sosial yang memulai inisiatif di usia muda.

Ashoka menyadari bahwa gerakan Everyone a Changemaker harus dimulai sejak usia dini, sehingga setiap anak dan setiap anak muda dapat tumbuh berkembang menjadi pembuat solusi, pemmpin pembaharu, dan contributor aktif bagi kemashlatan bersama.

Ashoka Young Changemaker tidak dipilih untuk dirayakan sebagai fenomena luar biasa. Mereka justru dipilih atas kemampuan dan komitmen untuk menjadikan anak-anak muda lain memiliki motivasi dan ketrampilan menggerakkan perubahan seperti mereka.

12 kandidat Ashoka Young Changemaker telah berhasil membangun inisiatif dalam berbagai bidang, mulai dari menciptakan board game, mendirikan perpustakaan, memutus rantai child trafficking, merevitalisasi produk dan lahan pertanian, merangkul anak 'bermasalah', membersihkan pantai, membangun budaya toleransi, dan banyak lagi lainnya.

Mereka akan menjalani wawancara panel oleh tokoh-tokoh penting yang siap berkolaborasi memperluas gerakan Everyone a Changemaker yang dimulai dari para remaja dan anak-anak, seperti Alissa Wahid (Gus Durian), Tri Agung Kristanto (Kompas), Sapto Anggoro (Tirto.ID), Tri Hastuti Nur R (Aisyiyah), Irfan Amalee (Peace Generation), Septi Peni (Ibu Professional), Mustafa (Asia Foundation), dan Tejo Wahyu (Kurawal). (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi