Rekonsiliasi Selesai, SGB Siap Edukasi Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi

Selasa, 15 Desember 2020 : 16.38

Sempat berlarut-larut, akhirnya persoalan SGB dengan nasabah mengarah penyelesaian dengan mengadakan rekonsiliasi damai bersama Komisi II DPRD Bali sebagai tanda penyelesaian seluruh pengaduan transaksi Selasa, (15/12/2020)/Kabarnusa

Denpasar - Setelah persoalan dengan nasabah menemukan titik penyelesaian PT Solid Gold Berjangka Cabang Bali ke depan siap memberikan edukasi kepada masyarakat secara transparan terkait investasi perdagangan berjangka komoditi.

Sempat berlarut-larut, akhirnya persoalan SGB dengan nasabah mengarah penyelesaian dengan mengadakan rekonsiliasi damai bersama Komisi II DPRD Bali sebagai tanda penyelesaian seluruh pengaduan transaksi Selasa, (15/12/2020).

Mediasi selama kurang lebih 1 tahun yang dilakukan dengan keterbukaan dan komitmen yang kuat untuk mencapai kesepakatan, akhirnya persoalan pengaduan SGB Bali yang berlangsung sejak Maret 2019 dinyatakan telah selesai. 

"Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu terwujudnya rekonsiliasi damai ini. Khususnya kepada Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Komisi II DPRD Bali, Komisi IV DPR RI, tokoh masyarakat Bali, rekan-rekan media, dan para stakeholder" terang Pimpinan Cabang SGB Bali Peter Susanto .

Selanjutnya SGB Bali dengan manajemen yang baru siap melakukan penyempurnaan layanan dalam memenuhi kebutuhan nasabah di Perdagangan Berjangka Komoditi.

Pihaknya berkomitmen akan memberikan edukasi secara menyeluruh kepada calon nasabah maupun nasabah yang telah bergabung saat ini, juga kepada para media dan masyarakat umum.

Kata Peter, sebagai entitas bisnis SGB Bali berusaha menjalankan bisnis dengan tata kelola perusahaan yang baik, namun seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak. 

"Untuk itu, peristiwa yang telah terjadi akan menjadi pelajaran bagi pihak manajemen untuk lebih mawas dalam menjalankan kegiatan operasional," ucapnya.

Ke depan, SGB Bali dengan manajemen yang baru tmembuka kesempatan kepada seluruh masyarakat yang ingin mendapatkan edukasi secara transparan mengenai investasi Perdagangan Berjangka Komoditi dengan tim wakil pialang berjangka yang telah tersertifikasi.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali IGK Kresna Budi mengatakan sebagai wakil rakyat, juga mewakili para anggota komisi II, menyambut gembira dengan tercapainya rekonsiliasi damai ini. 

"Kami yakin sejak awal bahwa persoalan ini dapat terselesaikan. Karena antara SGB Bali dan ex nasabah, keduanya memiliki itikad baik untuk menyelsaikan perselisihan secara damai dan kekeluargaan" terangnya.

Di samping itu, SGB Bali merupakan perusahaan pialang berjangka resmi dan telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi sehingga dalam menjalankan kegiatan operasional termasuk bila ada perselisuhan dengan nasabah harus patuh sesuai dengan pedoman penyelesaian pengaduan nasabah yang berdasarkan pada Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

Ke depan, dia berharap SGB Bali dapat terus tumbuh dan bisa berkontribusi bagi Provinsi Bali. Dengan manajemen yang baru, kata Kresna, terbukti dari komitmen mereka dalam menyelesaikan masalah bahwa manajemen SGB Bali yang baru memiliki tanggung jawab dan dapat melaksanakan kegiatan bisnis sesuai dengan Tata Kelola Perusahaan yang baik.

Kresna menghimbau seluruh masyarakat Bali, agar tidak hanya melihat peluang dari sebuah tawaran investasi melainkan juga legalitas dan risiko yang ada di dalamnya. Karena sifat investasi yang paling mendasar adalah high risk, high return.

"Kami dari pihak DPRD Bali sangat menyambut baik, penyelesaian masalah kekeluargaan antara pihak nasabah dengan SGB, dan itu sudah tercapai 100%," tegas Kresna.

Mudah-mudahan pihak SGB kedepannya berkomitmen bahwa akan memperbaiki pola daripada kegiatannya selama ini, mudah-mudahan tidak ada masalah kedepannya dan penting kiranya buat masyarakat Bali, bahwa berinvestasi itu tidak hanya sekadar investasi kalau bermain di saham, perlu ada edukasi supaya masyarakat kita paham dan mengerti.

Di daerah lain seperti Jakarta mungkin sudah biasa, Mungkin karena kekurangan informasi yang diterima masyarakat menjadikan ada masalah seperti ini.

Dia yakin ke depannya pihak SGB akan lebih sering mengedukasi daripada masyarakat kita untuk bisa di dalam bermain saham maupun pialang menjadi lebih baik dan paham.

"Fungsi kami di DPR akan selalu apabila ada aduan, dan kami dari dua kali pengaduan telah kami selesaikan dengan baik," (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi