Postingan Diduga Hoax dan Hina Gubernur Koster, Dua Akun FB Dilaporkan

Senin, 21 Desember 2020 : 12.44
Ilustrasi (Techday)

Denpasar - Dua akun facebook dilaporkan ke Polda Bali karena diduga memposting konten mengandung hoax dan menghina Gubenur I Wayan Koster.

Sejumlah orang dari berbagai kalangan mendatangi Direktorat Reserse Kirminal Khusus (Ditreskrimsus Polda Bali guna melaporkan dua akun media sosial facebook, Senin (21/12/2020).

Duwa akun atas berinisial MN dan SW ke Polda Bali karena diduga telah menghina Gubernur Bali Wayan Koster dan membuat postingan yang mengandung muatan berita bohong serta menyesatkan.

Diketahui bahwa akun media sosial facebook atas nama MN membuat postingan berupa gambar/foto Gubernur Koster disertai dengan narasi yang bunyinya sebagai berikut: ”Makan Kelengkeng Sambil Naik Sekuter Nas...g KOSTER!”.

Postingan itu dinilai cukup jelas yang dimaksud langsung kepada Koster yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Bali.

Menurut para pelapor isi kalimat dalam postingan tersebut khususnya pada penggalan kata ”Nas...g Koster” nyata-nyata merendahkan martabat seseorang dan patut diduga mengandung unsur penghinaan.

Memngingat kata “nask...g” tersebut dalam kehidupan masyarakat Bali pada umumnya mengandung arti yang tidak baik/patut dan kasar.

Sehingga sangat tidak patut untuk digunakan, disampaikan atau diucapkan dan ditujukan kepada siapapun, terlebih kepada Wayan Koster yang merupakan Gubernur Bali.

"Maka itu patut diduga akun media sosial facebook atas nama MN telah melakukan tindak pidana penghinaan dan atau pencemaran nama baik melalui media sosial," ungkapnya kepada wartawan usai melaporkan kasusnya.

Sedangkan, akun media sosial facebook atas nama SW membuat postingan yang diduga mengandung berita bohong dan menyesatkan, dalam postingannya memuat gambar/foto Gubernur Koster dengan kalimat sebagai berikut:

“Gubernur Bali menghimbau agar seluaruh anak muda Khususnya di bali agar mabuk pada malam tahun Baru dan di husahakan sampai benar-benar mabuk”.

Postingan yang diduga mengandung berita bohong tersebut jelas merupakan informasi yang menyesatkan, seolah-olah Koster selaku Gubernur Bali menghimbau masyarakat Bali untuk “mabuk-mabukan” pada saat perayaan malam tahun baru.

"Sehingga patut diduga akun media sosial facebook atas nama Sudiarsa Wayan telah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong/hoax dan menyesatkan," imbuhnya.

Langkah hukum ini sangat penting dikarenakan perbuatan tersebut menimbulkan keresahan bagi Para Pelapor sebagai bagian dari warga masyarakat Bali yang sangat mengharapkan terwujudnya kehidupan yang harmonis dan kondusif dalam masyarakat.

Khususnya dalam penggunaan media sosial, dalam hal terjadi perbedaan pandangan dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah termasuk oleh Wayan Koster selaku Gubernur Bali khususnya dalam menghadapi masa Pandemi Covid-19.

Maka segala perbedaan pandangan/pendapat seharusnya disampaikan dengan cara-cara yang beretika dan sopan santun serta mengarah pada solusi-solusi bersama yang bermanfaat, dan bukan dengan cara-cara yang bertentangan dengan hukum. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi