Polisi Pupuan Ringkus Terduga Begal Payudara

Kamis, 03 Desember 2020 : 19.05
Kapolsek Pupuan AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan saat jumpa pers pengungkapan kasus "Begal Payudara" percobaan perkosaan dengan ancaman kekerasan

Tanbanan - Tim Milennial Reskrim Polsek Pupuan, Tabanan, Bali berhasil meringkus I Putu APP alias Doni, terduga begal (peremas) payudara dan kasus percobaan pemerkosan disertai kekerasan yang sempat meresahkan masyarakat di Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali.

Kasus percobaan perkosaan dengan ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya untuk bersetubuh atau dengan kekerasan memeras payudara korban, sebagaimana dimaksud dalam pasal 285 jo 53 KUHP atau 351 (1) jo 65 KUHP ini cukup viral karena kejadiannya sempat terekam CCTV yang ada di rumah warga.

Kapolsek Pupuan AKP I Ketut Agus Wicaksana Julyawan,didampingi Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagio, dan Kanit Reskrim Polsek Pupuan Aipda I Made Putra Jaya, seizin Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S., Siregar K mengungkapkan, Polsek Pupuan telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menangkap pelaku yang saat ini ditahan.

Menurut Kapolsek Pupuan, anggotanya dari Tim Milenial Reskrim bergerak setelah menerima laporan dari empat warga yang menjadi korban masing-masing WADS, WS,KWS dan MS.

Para korban tersebut pada Hari Senin 30 Nopember 2020, sekira pukul 03.45 s/d 04.30 wita di pinggir jalan umum jurusan Pupuan - Antosari mengalami tindak pidana dimaksud yang dilakukan terduga pelaku.

Berbekal keterangan para pelapor Unit Reskrim Polsek Pupuan melakukan penyelidikan dan langsung mengamankan seorang laki- laki yang berinisial I Putu APP warga Desa Jelijih Punggang, Kecamatan Pupuan.

"Berkat kesigapan Anggota Reskrim dibackup Unit Intel dan Sabhara Polsek Pupuan, dalam hitungan jam pelaku dapat ditangkap,” ujar Kapolsek kepada wartawan di Mapolsek Pupuan, Kamis (3/12/2020).

Disebutkan, dari terduga pelaku polisi telah mengamankan barang bukti berupa berupa 1 unit sepeda motor N Max warna merah, tas selempang warna hitam dan beberapa lembar pakaian.

"Kasusnya terus didalami dan petugas melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan juga korban termasuk terduga sebagai pelaku," katanya.

Menurut Kapolsek Pupuan, berdasarkan rekaman CCTV di rumah warga sekitar TKP dan hasil interogasi kepada terduga pelaku, diketahui modus operandi dari pelaku menggunakan motor memepet pelapor/korban yang sedang mengendarai sepeda motor setelah terjatuh, pelaku mendekati pelapor/korban dan meremas payudaranya serta berniat menyetubuhinya.

"Terduga pelaku mengakui perbuatannya. Ternyata pelaku baru keluar dari LP Tabanan pada bulan Juli 2020 mendapatkan asimilasi dalam perkara yang sama di Wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan pada tahun 2019," tandasnya. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi