Penambahan Kasus Covid-19 di Bali, 110 Orang Terkonfirmasi Positif

Senin, 07 Desember 2020 : 06.51
Ketua Harian Penanggulangan Covid-19 di Bali Dewa Made Indra/dok

Denpasar - Provinsi Bali mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 110 orang (109 orang melalui Transmisi Lokal dan 1 PPDN). Untuk pasien sembuh tercatat 74 orang dan 2 orang meninggal dunia.

Ketua Harian Penanggulangan Covid-19 di Bali Dewa Made Indra, menyebutkan, jumlah kasus secara kumulatif yakni Terkonfirmasi Positif 14.891 orang, sembuh 13.251 orang (88,99%), dan meninggal dunia 448 orang (3,01%).

“Kasus aktif per hari ini menjadi 1.192 orang (8,00%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” ungkap Indra, dalam siaran pers, Minggu (6/12/2020).

Gubernur Bali mengeluarkan PERGUB No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Indra menjelaskan, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

“Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” ujar Indra yang Sekda Bali.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar ingat pesan ibu dengan menerapkan 3 M.

Masyarakat agar selalu memakai masker terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir.

Sebab, lanjut Indra, aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit.

"Serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain, waspada dan patuh jalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada. COVID-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi