PDGI Bangkalan Peduli Kesehatan Gigi Sejak Usia Dini

Rabu, 02 Desember 2020 : 16.35
Kegiatan edukasi online webinar bertajuk “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi Covid-19 sebagai investasi masa depan anak bangsa" diselenggarakan Rabu, 2 Desember 2020 dengan menghadirkan pembicara drg. Ratih MS dan moderator drg. Agus Baijuri/ist.

Bangkalan - Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bangkalan, mengajak anak-anak dan masyarakat umum untuk mempersiapkan gigi sehat di masa Pandemi Covid-19 hingga masa yang akan datang.

Acara talkshow online via zoom terasa menarik karena narsum memakai pakaian adat tradisional daerah, yang pria memakai pakaian sakera yang wanita menggunakan pakaian marlena, sebagai upaya local genius atau kearifan lokal.

Memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2020 di tengah Pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat dan komitmen Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Bangkalan bekerjasama dengan Unilever melalui brand Pepsodent dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk tetap turut serta menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia.

Lebih khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Bangkalan, terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

Berbeda dari kegiatan-kegiatan BKGN di tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2020 ini di saat pandemi melanda hampir di sebagian besar negara-negara di seluruh dunia, kegiatan edukasi promotif dan preventif dilaksanakan secara online, via zoom.

Kegiatan edukasi online webinar bertajuk “Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi Covid-19 sebagai investasi masa depan anak bangsa" diselenggarakan Rabu, 2 Desember 2020 dengan menghadirkan pembicara drg. Ratih MS dan moderator drg. Agus Baijuri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan H. Sudiyo, S. Kep. Ns. MM menyampaikan, edukasi tentang kebiasaan-kebiasaan baik dalam upaya memelihara dan menjaga kesehatan gigi terutama anak-anak memang masih sangat dibutuhkan, terlebih pada masa pandemi ini.

Jangan sampai efek pandemi yang sudah berlangsung hampir sepuluh bulan ini lantas memperburuk kondisi kesehatan gigi anak-anak. Mereka butuh pengetahuan tentang cara memelihara kesehatan gigi demi masa depan.

"Semoga kegiatan dan sosialisasi menjaaga kesehatan mulut dan gigi ini bisa dilakukan secara regular di setiap sekolah sekolah walaupun dengan cara online atau ketika tatap muka sudah diperbolehkan bisa dilakukan secara kontinyu ke sekolah sekolah," harap Sudiyo.

Ketua PDGI Cabang Bangkalan, drg. Purwanti menambahkan, “kegiatan ini merupakan salah satu rencana aksi nasional dalam rangka mencapai Indonesia bebas karies 2030, dimana targetnya adalah anak-anak berusia 12 tahun bebas karies atau gigi berlubang.

Hal menarik dari terbebasnya anak-anak dari masalah gigi berlubang, tentunya membawa dampak baik pula untuk masa depannya, dimana mereka memiliki kesempatan besar dalam memasuki dunia pendidikan kedinasan yang membutuhkan status kesehatan gigi yang baik sebagai syarat kelulusan, ataupun dunia kerja profesional lainnya.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam ini, diikuti oleh sekurang-kurangnya 500 peserta, dengan komposisi 85 dokter gigi dari Bangkalan, Malang, Jakarta, Bali, bahkan Makassar.

Sedangkan peserta siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah se- Kabupaten Bangkalan sebanyak 250 orang, dan sebanyak 165 orang dari kalangan Guru dan masyarakat umum.

Peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan oleh pembicara. Panitia mengemas acara dengan keunikannya yaitu, di tengah-tengah acara tiba-tiba melemparkan pertanyaan seputar materi kesehatan gigi.

Salah satu peserta dari siswi SD Banyusangkah 1 Bangkalan, bernama azahra, berhasil membawa doorprice yang disiapkan oleh panitia karena berhasil menjawab diskusi interaktif via zoom-nya.

“Doorprice sederhana ini kami berikan sebagai bentuk penghargaan kami kepada peserta yang memang layak kami apresiasi karena mampu memanfaatkan media online untuk mendapatkan informasi dan wawasan kesehatan gigi.

"Suksesnya acara ini, tidak lain karena dukungan dan partisipasi mereka sehingga kami, keluarga besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Bangkalan bertekad akan terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dengan terus berinovasi demi terwujudnya derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan masyarakat di Kabupaten Bangkalan”, ujar Ketua Panitia, drg. Siti Safitri media ini sesudah acara usai.

Terakhir oleh moderator drg. Agus Baijuri mengucapakan terima kasih kepada partisipan,terutama SDN Trogan 1, SDN Banyusangka 1 serta MI Al Mu’tadil yang telah mengikuti talkshow dari awal acara hingga akhir.

Acara ditutup dengan kesimpulan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah pembelajaran sejak dini usia sekolah, dan orang tua hendaknya memantau dan mengawasi perkembangan kesehatan tumbuh kembang gigi anak, karena usia dini adalah usia rawan pembentukan gigi secara permanen ke usia dewasa nantinya, pungkasnya. (tok)

Bagikan Artikel

Rekomendasi