Pangdam Udayana: Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Bali

Senin, 07 Desember 2020 : 18.54
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak saat bertemu jajaran KPU Bali memberikan keterangan pers/ist

Denpasar - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menyatakan yang menentukan Bali dapat dikunjungi atau tidak oleh wisatawan, bukan hanya tergantung pemerintah daerah melainkan ditentukan masyarakat Bali dalam mematuhi protokol kesehatan saat pandemi.

Pangdam Maruli menyampaikan itu saat mendatangi Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum) Provinsi Bali yang disambut Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, bersama Ketua Bawaslu dan Komisioner KPU Provinsi Bali, Selasa (7/12/2020).

Selain bersilaturahmi, memperkenalkan diri sebagai pejabat Pangdam IX/Udayana yang baru, kunjungan bertujuan meningkatkan sinergitas serta mempererat hubungan kerja sama yang selama ini telah terjalin baik.

Kunjungan Mayjen Maruli juga untuk meyakinkan proses Pilkada di Bali berjalan sesuai ketentuan protokol kesehatan atau prokes.

Selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) dalam percepatan penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, ingin menyakinkan bahwa dalam pelaksaan Pilkada serentak di Provinsi Bali sudah terlaksana sesuai dengan prosedur protokol kesehatan Covid-19.

"Kita semua juga sudah melihat dilapangan telah dilaksanakan simulasi oleh semua pihak terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada dan juga sudah dievaluasi, untuk kegiatan tersebut sudah berjalan dengan baik sesuai harapan semua pihak dalam penanggulangan pencegahan Covid -19", ujar Pangdam.

Soal pengamanan Pilkada, Kodam IX/Udayana dan jajaran sudah berjalan dari awal dalam membantu KPU maupun Bawaslu, termasuk dalam pengiriman logistik Pilkada.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Polri dan semua pihak terkait, sehingga pelaksanaan Pilkada tersebut dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar serta sesuai dengan ketentuan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Seperti yang diketahui bersama, kasus Covid-19 di Bali masih terjadi, diharapkan Pilkada dapat berjalan dengan baik sesuai protokol kesehatan Covid-19, termasuk pelaksanaan libur panjang nantinya juga dapat berjalan dengan baik dan Covid-19 dapat ditekan, sehingga pemerintah dapat membuka Bali untuk dikunjungi wisatawan.

"Yang menentukan Bali dapat dikunjungi atau tidak oleh wisatawan, bukan hanya tergantung dari Pemerintah Daerah saja tetapi ditentukan oleh masyarakat Bali sendiri dalam mematuhi dan merapkan Prokes Covid-19 guna menekan dan mencegah Covid-19 di Provinsi Bali," tegas dia.

Pangdam menandaskan, TNI tetap netral dalam pelaksanaan Pilkada, TNI juga tidak memihak atau mendukung salah satu partai maupun pasangan calon peserta.

Sehingga apabila ada menemukan anggota TNI yang tidak netral agar segera dilaporkan saja, untuk diproses dan ditindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Ketua KPU Provinsi Bali menyampaikan ucapan selamat datang kepada Pangdam IX/Udayana di Kantor KPU Provinsi Bali, dimana kedatangan Pangdam ke Kantor KPU merupakan suatu kehormatan bagi jajaran KPU Provinsi Bali.

Lidartawan menyatakan, semua logistik dan APD telah didistribusikan dan dikirim ke TPS-TPS, untuk kotak dan bilik suara terakhir didistribusikannya besok karena ada beberapa lokasi yang tidak memumungkinkan untuk dikirim lebih awal terkait perhitungan biaya pengiriman termasuk pengamanannya.

"Seluruh petugas KPPS dan penyelenggara Pilkada sudah dilakukan Rapid Tes dan hasilnya dinyatakan non reaktif sehingga pelaksanaan Pilkada di Provinsi Bali sudah sangat siap dalam menyelenggarakan Pilkada di Provinsi Bali termasuk kesiapan logistik dan petugas untuk melaksanakan Pilkada tersebut", tutup Lidartawan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi