ORI Minta Kantor Kesehatan Pelabuhan II Semarang Publikasikan SOP Pemeriksaan Kesehatan Penumpang

Selasa, 29 Desember 2020 : 19.45
Keasistenan Pencegahan Maladminstrasi Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Bellinda W. Dewanty/ist

Semarang - Kantor Kesehatan Pelabuhan II Semarang diminta mempublikasikan informasi berupa alur atau standar operasional prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang atau crew.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah akan melakukan pemantauan terkait tindak lanjut pelaksanaan saran di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang di Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Ombudsman sebagai lembaga negara pengawas penyelenggara pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia, memiliki tugas untuk melakukan pengawasan dan pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Keasistenan Pencegahan Maladminstrasi Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Bellinda W. Dewanty mengungkapkan, pengawasan yang dilakukan khususnya pada pintu keberangkatan dan kedatangan di bandara dan pelabuhan (29/12/2020).

Dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya pintu keberangkatan dan kedatangan di Bandar Udara dan Pelabuhan, ORI Perwakilan Jawa Tengah melaksanakan kajian serta pengawasan.

"Hasilnya telah disampaikan kepada Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang dan jajaran pada 18 Desember 2020," ungkapnya dalam siaran pers.

Adapun saran atas kajian dan pengawasan yakn Kantor Kesehatan Pelabuhan pada masing-masing wilayah wajib mempublikasikan informasi berupa alur atau standar operasional prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang atau crew.

Kemudian alur atau standar operasional prosedur pemeriksaan kondisi fisik terkait kebersihan kapal atau pesawat. Kantor Kesehatan Pelabuhan pada masing-masing wilayah wajib menyusun dan mempublikasikan informasi berupa jadwal harian petugas di lapangan.

Hal ini, bertujuan untuk memberikan kepastian pelayanan bagi penumpang sebagai pengguna layanan serta memberikan waktu yang cukup kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melakukan persiapan pemeriksaan kesehatan penumpang/crew maupun pemeriksaan kondisi fisik kebersihan kapal/pesawat.

Disamping itu, adanya jadwal harian petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan di lapangan bertujuan agar pengawasan penerapan protokol kesehatan di Bandar Udara/Pelabuhan dapat diterapkan dengan baik.

Kemudian, Kantor Kesehatan Pelabuhan pada masing-masing wilayah wajib menyusun dan mempublikasikan informasi berupa alur/standar operasional prosedur perlakuan penanganan khusus terhadap penumpang dengan kondisi tubuh normal atau di atas 37 derajat celcius serta dokumen kesehatan non-reaktif pada Rapid Test atau PCR adalah Negatif.

Selanjutnya kepada penumpang dengan kondisi tubuh di atas 37 derajat celcius serta dokumen kesehatan reaktif pada Rapid Test atau PCR adalah positif.

Kantor Kesehatan Pelabuhan pada masing-masing wilayah wajib melakukan pemeriksaan dan pendampingan penggunaan kartu kewaspadaan kesehatan penumpang/crew di pintu keberangkatan/kedatangan.

Kantor Kesehatan Pelabuhan pada masing-masing wilayah wajib menyusun dan mempublikasikan standar operasional prosedur pengelolaan pengaduan yang diperuntukan bagi pengguna layanan di Bandar Udara maupun Pelabuhan.

Selain itu, wajib menyusun dan mempublikasikan hasil penilaian kinerja petugas di lapangan.

Menurut Bellinda, hal ini bertujuan agar masyarakat sebagai pengguna layanan dapat memberikan saran atau masukan atas penyelenggaraan pelayanan yang diberikan petugas serta dilakukannya evaluasi perbaikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Semarang. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi