Model Bisnis Baru Era Digital, BUMN Rangkul UMKM Hingga Pemda

Kamis, 17 Desember 2020 : 09.44

Jakarta - Pandemi Covid-19 telah mengubah model bisnis karenanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mempelajari model bisnis baru tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pandemi COVID-19 mengubah model bisnis. Karena itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mempelajari model bisnis baru tersebut.

“Saya tekankan kepada Direksi BUMN bahwa model inovasi bisnis baru harus dipelajari dan membangun kerja sama dengan swasta, UMKM dan pemerintah daerah,” Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir saat memberikan pidato kunci di Indonesia Digital Conference (IDC) 2020, yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), secara virtual, Rabu (16/12/2020).

Kata dia, BUMN perlu mengembangkan big data dan artificial inteligent (AI) bekerja sama dengan universitas. “BUMN harus kembali bekerja sama research and development dengan universitas-universitas. Karena universitas itulah pusatnya riset,” kata Erick menambahkan.

Ia berharap kerja sama itu pada 2024 transformasi dan inovasi terjadi, ekosistem digital terbentuk. Sebelum Covid-19, telah mensosialisasikan kepada seluruh direksi lima pilar BUMN diantaranya membangun kerja sama dan sinergi dengan perguruan tinggi.

“Inovasi dan teknologi adalah kunci,” Erick meneegaskan.

Pandemi memberi dampak besar tidak hanya pada sektor swasta, tapi juga BUMN. Sembilan puluh persen BUMN terdampak pandemi, sehingga Kementerian BUMN mereview kembali strategi 2021 untuk melindungi BUMN strategis.

Terpenting transparansi, akuntabilitas, restrukturisasi dan realiament, serta portofolio. Ini yang membuat BUMN dapat berkelanjutan dan bisa ‘lari’ dengan cepat.

Sistem pelayanan BUMN terus diperbaiki seperti meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menekan subsidi yang salah sasaran dan pencurian listrik. Kementerian BUMN juga memberikan perhatian pada pembiayaan bagi usaha mikro.

“Jangan sampai yang kecil mendapatkan bunga mahal, dan yang besar bunga murah,” katanya menambahkan. Begitu pula dengan meningkatkan pelayanan nasabah perbankan melalui tabungan digital yang dilakukan Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Subsidi bunga telah berjalan dengan membantu para pelaku UMKM agar mendapatkan bunga rendah, perluasan jaminan kredit dan terus meningkatkan pembiayaan UMKM. “Selanjutnya, bagaimana membangun sinergitas Himbara, Pegadaian dan PNM,” ujarnya.

BUMN yang lain seperti BRI, kata Erick, meluncurkan www.pasar.id dengan mempertemukan pedagang dan pembeli untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan keberpihakan kepada pelaku usaha kecil.

Ia meyakini inovasi digitalisasi di BUMN tidak hanya meningkatkan daya saing BUMN sendiri, tapi meningkatkan pelayanan masyarakat.

Erick menekankan merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu penting bagi BUMN meningkatkan daya saing bisnis dengan melakukan inovasi dan transformasi teknologi agar dapat memberikan dividen yang besar kepada pemerintah.

“Tapi tidak lupa meningkatkan pelayanan kepada publik, memastikan keberpihakan kepada yang kecil dan terus mendukung program pemerintah,” ujarnya. IDC AMSI 2020 mendapat dukungan sponsor dari Telkomsel, BNI, BRI, PLN, BTN, Bank Mandiri, Astra, Gojek, Pertamina dan Astra Honda Motor.

IDC 2020 juga mendapat dukungan dari 14 kampus, masing-masing Universitas Mulawarman (Samarinda), Universitas Islam Malang (Malang), Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (Surakarta), Prodi Ilmu Komunikasi FIS Universitas Negeri Gorontalo (Gorontalo), Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (Aceh).

Kemudian Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta dan sejumlah Kampus di Jakarta FISIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo-Beragama, Politeknik Negeri Media Kreatif, Universitas Pelita Harapan (UPH), Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Universitas Tarumanegara.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi