LPBI NU Salurkan Bantuan Paket Bahan Pokok Bagi Kelompok Rentan

Jumat, 25 Desember 2020 : 21.58
Penerima bantuan sebanyak 10.910 keluarga di 121 RW, di 20 desa, di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Lombok Barat/ist.

Jakarta - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan distribusi paket bahan pokok makanan kepada masyarakat yang paling terdampak COVID-19 dan belum menerima bantuan dari pemerintah dan pihak lain di tiga provinsi (Jawa Timur, Bali dan NTB).

Langkah itu diambil guna mendukung ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Penerima bantuan sebanyak 10.910 keluarga di 121 RW, di 20 desa, di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Lombok Barat.

Pembagian paket bahan pokok makanan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Lokal dan Kelompok Kerja program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi (PKMM) COVID-19 dan Adaptasi Tatanan Baru bekerjasama dengan toko-toko di daerah setempat.

Program PKMM sendiri dilaksanakan oleh LPBI NU didukung oleh DFAT Australia melalui SIAP SIAGA Palladium.

Pemberian bantuan paket bahan pokok makanan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme non tunai (BaNTu), dengan sebagai tahapan berikut; identifikasi dan penentuan calon penerima oleh Kelompok Kerja (Pokja) bersama pemerintah desa dan diinput ke dalam data berbasis geospasial.

Dilanjutkan penyiapan barang bantuan yang dilakukan oleh warung dan toko lokal setelah dilakukan assessment oleh Pokja berbasis daftar bahan pokok makanan yang telah ditentukan.

Distribusi bantuan dilaksanakan menggunakan mekanisme non tunai dan digital e-voucher di warung dan toko lokal yang terpilih di masing-masing RW.

Ketua LPBI NU PBNU M. Ali Yusuf, menyatakan pemberian bantuan paket bahan pokok ini untuk mengurangi dampak ekonomi selama COVID-19.

Sejak awal, bantuan dimaksudkan untuk mengisi gap bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah dan pihak lain. Program ini diharapkan juga dapat mendukung penguatan ekonomi lokal karena benar-benar melibatkan warung/tokol lokal.

Selain itu, pemberian bantuan ini menggunakan mekanisme Bantuan Non Tunai (BaNTu) dan digital yang selain transparan dan akuntabel juga lebih dapat menjamin terlaksananya protokol kesehatan.

Ali menambahkan, bagi para penerima manfaat yang berhalangan datang ke toko yang ditentukan (lansia, disabilitas, sakit, atau sedang isolasi/karantina), maka Pokja bersama pemilik toko mengantarkan langsung ke rumah bagi mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Saya sangat bersyukur mendapatkan paket bantuan dari LPBI NU ini. Terimakasih atas kepeduliannya kepada kami meskipun saya sakit bantuan tetap diantar ke rumah,” Gede Suryada, warga Banjar Dinas Sendang Lapang Desa Pemuteran Kecamatan GerokGak Kabupaten Buleleng. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi