Kapuslatluh KP Kunjungi P2MKP Karya Lestari Tabanan

Sabtu, 12 Desember 2020 : 14.23
Kapuslatluh KP Lily Aprilya Pregiwati (tengah) saat melakukan peninjauan produk olahan Poklahsar Karya Lestari di Tabanan, Bali.

Tabanan - Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluh Perikanan Kelautan dan Perikanan (Kapuslatluh KP) Dr.Lily Aprilya Pregiwati, S.Pi, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Bali meninjau Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Karya Lestari di Tabanan, Sabtu (12/12/2020).

Kapuslatuh KP Lily Aprilya Pregiwati menuturkan kunjungannya ke P2MKP Karya Lestari ini untuk memastikan apakah P2MKP sebagai bagian dari Pusltaluh KP masih eksis dan survive di masa pandemi Covid-19 ini.

"Yang saya datangi bukan saja P2MKP karya Lestari tapi juga P2MKP yang lain di beberapa titik. Saya berharap dapat mempertahankan eksistensi P2MKP dan ke depannya lebih maju. Selain itu juga untuk mengetahui berbagai hambatan yang dihadapi P2MKP agar bisa kami bantu ke depannya," katanya.

Disebutkan, ada 300 P2MKP yang tersebar di Indonesia yang akan dilakukan evaluasi mana saja yang masih eksis untuk dikukuhkan kembali. Hal ini ditegaskan Kapuslatluh KP karena di Indonesia hanya ada lima Balai Pelatihan Kelautan dan Perikanan.

Di sisi lain, ada sekitar enam juta orang dari Kelautan dan Perikanan yang perlu dilatih dan ditingkatkan SDM-nya.

"Kami ingin Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan yang ada di Indonesia bisa aktif bersinergi dan bergandengan tangan dengan P2MKP untuk melatih dan meningkatkan SDM Kelautan dan Perikanan," paparnya.

Pada kesempatan tersebut Kapuslatluh juga memberikan apresiasinya kepada Penyuluh Perikanan yang diusebutnya sebagai manusia yang luar biasa dan penting karena membantu kegiatan pendampingan di lapangan.

"Hampir seluruh kegiatan dan program Kementerian Kelautan dan Perikanan di lapangan memerlukan bantuan dan pendampingan Penyuluh Perikanan," katanya berterus-terang.

Kapuslatluh Lilly juga berpesan agar Produk Poklahsar sebagai produk UMKM Perikanan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan bisa dipasarkan secara online.

Sebelumnya, Ketua P2MKP Karya Lestari Ni Made Putriniungsih Wirna dalam laporannya mengemukakan, P2MKP Karya Lestari berdiri pada tahun 2012 yang sebelumnya diawali dengan adanya Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Karya Lestari yang berdiri tahun 2010.

"P2MKP berdiri tahun 2012 yang sebelumnya diawali dengan terbentuknya Poklahsar Karya Lesatri yang anggotanya terdiri dari ibu-ibu Dharma Wanita Dinas Perikanan Tabanan," katanya.

Poklahsar Karya Lestari saat ini memiliki 12 Jenis Produk yang dihasilkan di antaranya adalah : Nuget, Bakso, Siomay, Keong Mas, Krupuk Kulit Ikan, Stik, Abon, Teri Wijen, Kripik Gurih, Kaki Naga, Coktail dan Jus Rumput Laut.

Sementara untuk P2MKP Karya Lestari sampai saat ini sudah melatih ribuan orang dalam pengolahan hasil perikanan. Peserta pelatihan tidak hanya dari Tabanan, namun juga berasal daerah lainnya di Bali.

"Ibu-ibu yang sudah pernah kami latih, banyak yang sudah membentuk Poklahsar. Hari ini tiga orang ketua Poklahsar yang pernah kami latih juga ikut hadir di sini," katanya sambil menambahkan produk olahan Poklahsar Karya Lestari di masa pandemi saat ini juga sudah dipasarkan secara online di bukalapak.com dan tokopedia.com. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi