Gantikan Taufik Asy'adi, KH Mahrusun Ingin Kehadiran MUI Dirasakan Masyarakat Luas

Minggu, 13 Desember 2020 : 19.45
KH. Mahrusun Hadiono usai dipercaya memimpin MUI Bali lima tahun mendatang dalam Musda XI di Hotel Grand Palace Sanur/ist

Denpasar - Kehadiran Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan bisa bermanfaat mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat luas khususnya di Provinsi Bali.

Hal itu ditegaskan KH. Mahrusun Hadiono, usai dipercaya memimpin MUI Bali lima tahun mendatang dalam Musda XI di Hotel Grand Palace Sanur, Sabtu (12/12/2020).

Tim Formatur Musda XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali 2020 yang beranggotakan 13 utusan memberikan mandat kepada Mahrusun menggantikan H Taufik Asy'adi.

Ke-13 utusan Tim Formatur ini terdiri dari unsur Dewan Pimpinan MUI Bali, perwakilan MUI kabupaten/kota, dan ormas keagamaan Islam, perwakilan pesantren dan Perguruan Tinggi Islam.

Saat bersidang tim formatur memunculkan tiga nama. Yakni, Drs. H. Mahrusun Hadiono, M.Pd.I, Ir. H. Maman Supratman, dan Dr. H. Mustafid Amna, Lc.

Prof. KH. Cholil Nafis, Lc. MA, PhD, yang hadir mewakil MUI Pusat dan anggota DPD RI asal Bali Bambang Santoso mengikuti MUSDA hingga tuntas.

Keputusan diambil secara musyawarah mufakat sesuai amanat tata tertib. Hanya catatannya jika musyawarah mufakat tak mencapai hasil maka dapat diambil jalan voting.

Pimpinan sidang yang juga Ketua Sterring Commite MUSDA XI, ustadz Oktan Hidayat menetapkan H. Mahrusun menjadi Ketua baru menggantikan ketua terdahulu H. Taufik Asy’adi.

Ketua terpilih, Mahrusun mengatakan, hasil ini bukanlah bentuk regenerasi dalam tubuh MUI Bali. Bahkan dirinya tak menginginkan jabatan itu. Terlebih menurutnya usianya dengan pendahulunya, H Taufik Asy’adi sama.

Yaitu, kelahiran tahun 1948. Namun karena diminta banyak pihak dirinya bersedia.

“Namun begitu amanah ini akan tetap saya jalankan sebaik mungkin sebagai tugas pengabdian kepada umat,” ujarnya. Mahrusun menegaskan, MUI adalah lembaga umat. Karena itu lanjutnya, jabatan bukan apa-apa jika tidak dibantu oleh semua unsur kepengurusan yang ada.

“Saya tidak akan bisa melakukan apa-apa tanpa kerjasama dengan pengurus lain, karena MUI butuh kebersamaan umat untuk dapat bisa bermanfaat dan mendatangkan kemaslahatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Untuk mempererat jalinan komunikasi umat dan ormas-ormas Islam, pihaknya akan menampung aspirasi sebagaimana amanat tim formatur.

“Selebihnya sudah ada program-program yang telah dicanangkan dalam program kerja MUI di Musda,” tegasnya. Sementara KH Cholil Nafis, menyampaikan bahwa MUI adalah payung bersama umat Islam di Indonesia.

“MUI sebagai payung bersama kita, sehingga harus dapat menggandeng dan mengayomi seluruh komponen umat Islam di Indonesia, yang dapat diterima dan mewakili semua aspirasi masyarakat Islam Indonesia dari berbagai latar belakang,” imbuhnhya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi