Tingkatkan Kesembuhan Pasien Covid-19, Tokoh Masyarakat Jadi Panutan Disiplin 3M

Rabu, 18 November 2020 : 22.17
Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra/ist

Denpasar - Guna meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar para tokoh masyarakat diminta bisa menjadi teladan atau panutan dalam penerapan disiplin 3M yakni memakai masker mencuci tangan dengan air bersih atau hand sanitzer dan menjaga jarak.

Wali Kota Denpasar sekaligus Ketua GTPP Covid-19 Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Pj. Sekda Kota Denpasar yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi bersama jajaran internal, Rabu (18/11/2020).

Rai Mantra menegaskan, dalam memaksimalkan upaya mendukung pencegahan penularan, menekan angka kematian serta meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19, beberapa langkah taktis tengah dirancang.

Saat ini, perkembangan Covid-19 di Kota Denpasar cenderung bergerak fluktuatif, sehingga tidak boleh lengah.

"GTPP bersama seluruh jajaran hingga lapisan terbawah merancang langkah taktis sebagai upaya untuk fokus menekan angka penularan, menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien,” ujar Rai Mantra.

Atas kondisi ini, kata Raii Mantra, ada beberapa langkah yang sudah dan akan ditempuh. Yakni menggencarkan serta memaksimalkan penerapan 3 T (Test, Tracing dan Treatment).

Penerapan ini juga sejalan arahan Satgas Covid-19 Nasional sebagai upaya percepatan penanganan dan pencegahan penularan Covid-19.

Juga, penegakan dengan menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan akan semakin digencarkan di daerah dengan tingkat penyebaran kasus yang tidak terkendali.

Kemudian, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

"Kami berharap, tokoh-tokoh masyarakat agar ikut andil menjadi panutan dalam penerapan 3 M atau disiplin penerapan protokol kesehatan di masyarakat,” katanya menegaskan.

Pj. Sekda Kota Denpasar yang juga selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Made Toya mengingatkan masyarakat yang hendak melaksanakan upacara adat dan keagamaan.

Pada prinsipnya tidak melarang pelaksanaan upacara adat dan keagamaan, namun demikian pelaksanaan wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan. "Sehingga pelaksanaan upacara adat dan keagamaan tidak menjadi kluster baru penyebaran covid-19.

“Lakukan 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), Hindari 3 R (ramai-ramai, rumpi-rumpi dan ruang sempit), jadi ini merupakan upaya untuk menekan penularan yang bermuara pada menurunya kasus secara komulatif,” tegas dia.

Upaya menekan angka kematian, GTPP Covid-19 Kota Denpasar memberikan perhatian serius klaster rumah tangga.

Itu karena adanya pola penyebaran yang tidak terkendali di dalam keluarga dapat memberikan dampak serius bagi usia rentan. GTPP memutuskan untuk memberikan ruang karantina di rumah singgah bagi pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala.

Ditegaskan juga, mendukung meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19, pihaknya memaksimalkan peran serta rumah sakit rujukan serta memastikan ketersediaan ruang isolasi.

Penanganan dengan melaksanakan program kerja juga difokuskan bagi daerah yang penyebaranya beresiko tinggi.

Toya menambahkan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kasus dan penularan, menakan angka kematian dan meningkatkan kesembuhan pasien. Tentunya, partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan berkelanjutan,” ujarnya.

Seluruh upaya yang dirancang dan dilaksanakan memerlukan kesadaran semua pihak untuk mendukung langkah-langkah strategis GTPP. Sehingga dalam pelaksanaan dapat terintegrasi dan terpadu.

Untuk itu, diperlukan kesadaran bersama dalam mendukung langkah strategis GTPP, sehingga percepatan penanganan dapat dimaksimalkan dan Covid-19 dapat segera teratasi.

Tak kalah pentingnya, penegakan aturan bagi pelanggar disiplin prokes sesuai dengan Pergub dan Perwali juga akan terus dilakukan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi