Terapkan Prokes Ketat, Pasar Poh Gading Wajibkan Pakai Masker

Minggu, 01 November 2020 : 18.44
Para pedagang Pasar Poh Gading Denpasar Utara mematuhi prokes dengan mamakai masker/Kabarnusa

Denpasar - Jika Anda berkunjung ke Pasar Poh Gading Denpasar Utara jangan coba-coba tidak mengenakan masker karena akan diminta pulang kembali ke rumah.

"Ya, dalam pandemi virus corona ini, himbauan kami wajib pakai masker saat ke pasar," terang Kepala Pasar Rakyat Desa Adat Poh Gading, Denpasar I Made Suparta dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Jadi, hukumnya wajib mengenakan masker baik pengelola pasar, pengunjung dan pedagang.

Protokol kesehatan atau prokes benar-benar diberlakukan ketat di pasar yang sejak tahun 2018 meraih SNI. Begitu masuk, semua wajib mencuci tangan di wastafel atau hand sanitizer yang disiapkan di sejumlah titik yang bisa dijangkau.

Petugas di beberapa pintu masuk juga diberikan alat pengecekan suhu, untuk memastikan semua yang ke pasar suhu tubuhnya normal. "Demikian pula, saat hendak pulang, sebelum meninggalkan pasar pulang ke rumah, wajib mencuci tangan sampai bersih ," imbuh Suparta.

Hal itu yang selama ini, diterapkan pasar yang telah direvitalisasi berkat dukungan Kemendag itu. Para pedagang yang bertransaksi langsung dengan pembeli, harus benar-benar memakai masker dengan baik dan benar, menutup hidung dan mulut.

Tidak boleh melepas masker untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19. Demikian juga dengan menjaga jarak atau social distancing, jarak antara pedagang maupun pembeli, dibuat tidak sampai berdesakan atau berdekatan saat berinteraksi.

Kepala Pasar Poh Gading Denpasar Utara, I Made Suparta/Kabarnusa

Selain transaksi langsung, pihaknya juga menyiapkan transaksi melalui online yakni pesan barang menggunakan WhatsApp sehingga membatasi kontak pedagang dan pembali.

"Cukup pesan melalui wa hari ini, besok barang kami kirim ke rumah," Suparta menambahkan.

Kini, dengan penerapan prokses ketat terhadap 101 pedagang maupun pengelola pasar serta pembeli, Suparta meyakini, bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Diharapkan, upaya ini bisa mencegah terjadinya klaster baru penyebaran virus di pasar rakyat. Hal sama disampaikan Anggraeini salah seorang pedagang kuliner, yang senantiasa memakai masker selama beraktivitas di pasar.

"Ini semata menjaga kesehatan kita semua agar terhindar Covid-19," akunya.

Pihak pasar, kata Anggraeni juga telah menyiapkan fasilitas kesehatan pendukung prokes seperti hand sanitizer dan wastafel sehingga memudahkan masyarakat untuk mencuci tangan agar selalau bersih. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi